Korban tewas ledakan SPBU di Ghana capai ratusan orang

Korban ledakan mencapai ratusan jiwa karena saat itu ada begitu banyak orang yang berteduh di SPBU.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Korban ledakan mencapai ratusan jiwa karena saat itu ada begitu banyak orang yang berteduh di SPBU.

Korban tewas akibat ledakan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di ibu kota Ghana, Accra, telah bertambah hingga mencapai ratusan orang.

Berdasarkan keterangan dinas pemadam kebakaran Ghana, <link type="page"><caption> ledakan terjadi akibat banjir dan kebakaran</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/06/150604_dunia_ghana_pombensin" platform="highweb"/></link>.

“Bensin dan diesel dari SPBU terbawa air menuju rumah yang mengalami kebakaran sehingga menyebabkan ledakan,” kata juru bicara dinas pemadam kebakaran, Billy Anaglate, kepada kantor berita Associated Press.

Korban ledakan mencapai ratusan orang karena saat itu ada begitu banyak orang yang berteduh di SPBU.

Bensin dan diesel dari SPBU terbawa air menuju rumah yang mengalami kebakaran sehingga menyebabkan ledakan.

Sumber gambar, epa

Keterangan gambar, Bensin dan diesel dari SPBU terbawa air menuju rumah yang mengalami kebakaran sehingga menyebabkan ledakan.

Kondektur bus, Yaw Aforve, ialah salah seorang saksi mata kejadian itu. Dia mengaku sedang tidur di bus yang diparkir di SPBU tatkala ledakan terjadi.

Dia sontak melompat ke genangan air dan begitu dia muncul, api menyambar wajahnya.

“Saya terdorong oleh air sampai seberang jalan. Saya melihat begitu banyak orang menjerit dan berteriak,” ujarnya.

Ledakan yang terjadi di tengah banjir dan hujan deras itu sedemikian dahsyat sehingga, menurut Presiden John Dramani Mahama, menyebabkan bencana luar biasa dan belum pernah terjadi.

Selain turut menyebabkan ledakan, banjir juga menyeret sejumlah kendaraan ke selokan.

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Selain turut menyebabkan ledakan, banjir juga menyeret sejumlah kendaraan ke selokan.

Untuk menghormati para korban, Presiden Mahama menyatakan hari berkabung selama tiga hari yang akan dimulai pada Senin (08/06).

Selain itu, presiden akan mengalirkan US$14 juta untuk membantu keluarga korban seraya berikrar akan mengambil langkah tegas guna mencegah masyarakat mendirikan bangunan di tepi sungai, yang diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir.

“Saya pikir waktunya tiba bagi kita untuk menyingkirkan bangunan dari air dan publik harus mengerti bahwa hal itu diperlukan untuk menyelamatkan nyawa orang lain,” kata Mahama.