Sekitar 700 'manusia perahu' didaratkan di Myanmar

Sumber gambar, EPA
Pemerintah Myanmar sudah mendaratkan lebih dari 700 orang yang sempat dibiarkan berada di laut sejak Jumat (29/05) pekan lalu.
Mereka dibawa ke tempat penampungan di negara bagian Rakhine yang dekat dengan perbatasan Bangladesh.
Di kalangan sebagian besar warga Rohingya dan warga Bangladesh itu -yang ditemukan oleh Angkatan Laut Myanmar- <link type="page"><caption> terdapat sekitar 120 perempuan dan anak-anak.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/05/150529_myanmar_migran_rohingya" platform="highweb"/></link>
Para warga Bangladesh disebut akan dikembalikan ke Bangladesh, namun diperlukan proses identifikasi untuk memastikan bahwa mereka berasal dari Bangladesh.

Sumber gambar, EPA
"Kebijakan kami adalah siap untuk menerima para pengungsi kembali selama ada bukti bahwa mereka adalah warga negara kami," kata Mayor Abu Russel Siddiqui, juru bicara pengawal perbatasan Bangladesh kepada kantor berita AFP.
Ribuan umat Islam Rohingya dan orang Bangladesh berupaya menyeberang ke negara lain untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak.
Namun sebagian terdampar di Indonesia dan Malaysia, yang bukan merupakan tujuan utamanya, sementara <link type="page"><caption> pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat untuk menampung mereka selama setahun</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/laporan_khusus" platform="highweb"/></link> sebelum diterbangkan ke negara ketiga.
Pemerintah Myanmar tidak mengakui umat Rohingya sebagai warga negaranya dan mereka dianggap sebagai pendatang gelap dari Bangladesh.















