Indonesia, Malaysia akan adakan reunifikasi Rohingya

Sumber gambar, Getty
- Penulis, Rohmatin Bonasir
- Peranan, Wartawan BBC Indonesia
Sekitar 60 kepala keluarga pengungsi Rohingya asal Myanmar, yang baru-baru ini mendarat di Aceh, dijadwalkan akan dipertemukan dengan anggota keluarga mereka yang mendarat di Malaysia.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam wawancara dengan BBC Indonesia.
Mereka saat ini ditampung di sejumlah lokasi di Aceh, antara lain Kota Langsa, Kabupaten Aceh Timur, dan Kabupaten Aceh Utara. Jumlah mereka tercatat lebih dari 1.000 jiwa. Pengungsi etnik Rohingya dari Myanmar itu diselamatkan oleh nelayan-nelayan di Aceh bersama 720 pendatang Bangladesh awal bulan ini. Pada waktu hampir bersamaan, sebanyak 1.107 orang, pengungsi Rohingya dan migran Bangladesh, mendarat di Pulau Langkawi, Malaysia.
"Cukup banyak pengungsi yang suaminya di Malaysia, istrinya di Aceh. Maka pendekatannya adalah reunifikasi, dipertemukan kembali," kata Khofifah Indar Parawansa.
Di Malaysia para pengungsi Rohingya, yang mendarat di Pulau Langkawi, sekarang ditempatkan di <link type="page"><caption> Pusat Detensi Imigrasi Belantik, </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/05/150520_dunia_malaysia_rohingya" platform="highweb"/></link>Negara Bagian Kedah. Tidak seperti pengungsi di Aceh, akses ke pengungsi di pusat detensi Malaysia tersebut dibatasi, termasuk bagi badan-badan amal dan media.

Sumber gambar, Getty
Berdasarkan verfikasi, kata menteri sosial, ternyata banyak pengungsi dari satu keluarga menumpang perahu berbeda.
"Ketika saya tanya apakah mereka beda perahu. 'Ya betul, beda perahu.' Yang dinaiki suami mendarat di Malaysia, perahu yang dinaiki istri mendarat di Aceh," ungkap Khofifah Indar Parawansa.
Pelaksanaan teknis reunifikasi tengah digodok oleh Kementerian Luar Negeri Indonesia dan Kementerian Luar Negeri Malaysia. Kedua negara juga akan menyepakati berapa kepala keluarga yang dipindah ke Malaysia dan berapa KK yang dibawa ke Indonesia.
Di Aceh sendiri pun, terdapat pengungsi dari satu keluarga yang terpisah dalam perjalanan laut.
"Ada pengungsi yang suaminya diselamatkan di Langsa, sementara istri berada di Lhosukon", ujar Eka Suwandi dari lembaga amal Dompet Dhuafa.
Mereka telah ditangani oleh Badan Pengungsi PBB (UNHCR) dan Organisasi Migrasi Internasional (IOM).














