Indonesia, Malaysia siap tampung pengungsi dengan syarat

- Penulis, Rohmatin Bonasir
- Peranan, Wartawan BBC Indonesia, Putrajaya
Pemerintah Indonesia dan Malaysia menyatakan siap menampung para pengungsi dan pendatang yang terapung-apung di laut asalkan mereka ditempatkan di negara ketiga atau dipulangkan dalam waktu satu tahun.
Kedua negara juga sepakat untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada sekitar 7.000 migran yang saat ini masih berada di laut.
"Kami sepakat untuk menawarkan penampungan sementara asalkan proses penempatan di negara lain dan pemulangan dilakukan dalam waktu satu tahun oleh komunitas internasional."
Pernyataan bersama itu dikemukakan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Anifah Aman seusai menggelar perundingan tripartit dengan Menlu Thailand Jenderal Tanasak Patimapragorn mengenai pengungsi di Putrajaya, Malaysia, Rabu (20/05)

Sumber gambar, BBC World Service
Pelaksanaan teknis usulan masih perlu dibicarakan lebih lanjut.
"Detailnya akan kita bicarakan. Pertemuan ini membahas kebijakan," kata Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi.
Pertemuan tripartit digelar menyusul kedatangan pengungsi asal Bangladesh dan Myanmar di Provinsi Aceh, Indonesia, serta Pulau Langkawi, Malaysia dalam 10 hari terakhir.
Thailand tidak ikut serta dalam kesepakatan menampung sementara pengungsi dengan alasan kondisi dalam negeri tidak memungkinkan seperti disampaikan Menlu Malaysia.
Sejauh ini Myanmar menolak disalahkan atas persoalan pengungsi Rohingya yang dianggap sebagai pendatang dari Bangladesh.
Adapun untuk migran Bangladesh, para pejabat negara itu telah mengatakan akan memulangkan mereka.

Sumber gambar, Reuters
Rombongan ketiga
Selagi Indonesia, Malaysia, dan Thailand berunding, rombongan ketiga pengungsi mendarat di Kecamatan Julok, Aceh Timur, pada Rabu (20/05).
Sadikin, seorang petugas SAR di Aceh Timur, mengatakan rombongan kali ini mencakup 433 orang pengungsi. Mereka terdiri dari 293 pria, 70 perempuan, dan 70 anak-anak. Sebanyak 29 di antara mereka dibawa ke rumah sakit karena mengalami cedera ringan.

Sumber gambar, Getty
"Mereka saat ini ditempatkan di musala setempat dan dalam proses pemindahan ke Kota Langsa," kata Sadikin kepada BBC Indonesia.
Secara terpisah, Zainuddin selaku Camat Julok mengatakan para pengungsi diselamatkan para nelayan Aceh di perairan berjarak 25 mil dari pantai Desa Simpang Hee.
Padahal, <link type="page"><caption> TNI telah melarang para nelayan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/05/150518_tni_larang_nelayan_rohingya" platform="highweb"/></link> yang beroperasi di wilayah Aceh untuk menjemput dan membawa pengungsi yang terjebak di laut ke wilayah Indonesia.

Sumber gambar, Getty
"Mereka sudah diberi makan dan kini sedang didata asal dan data pribadi mereka," kata Zainuddin.
Dengan kehadiran 433 pengungsi, berarti telah ada tiga rombongan yang terdampar di Aceh sejak 10 Mei lalu.
<link type="page"><caption> Rombongan pertama yang datang pada 10 Mei lalu</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/05/150510_aceh_rohingya_kapal" platform="highweb"/></link> berjumlah sedikitnya 500 orang. <link type="page"><caption> Selang lima hari kemudian</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/05/150515_rohingya_langsa_thailand" platform="highweb"/></link>, sebanyak 210 pengungsi asal Myanmar dan 395 orang dari Bangladesh mendarat di Pantai Langsa.











