Cina pusatkan pertahanan pada laut lepas

Sumber gambar, AFP
Cina akan memusatkan perhatian pada kehadiran militernya di luar garis batas ke kawasan laut lepas, seperti diungkapkan sebuah dokumen strategis pertahanan Cina.
Angkatan Laut Cina akan mengalihkan fokus ke 'perlindungan laut terbuka' dan bukan hanya 'pertahanan perairan lepas pantai'.
Departemen Pertahanan yang menerbitkan laporan juga mengatakan Cina akan mempercepat pengembangan unit pengamanan internet untuk menangani 'ancaman keamanan serius'
Cina dituduh secara agresif meningkatkan klaimnya atas wilayah-wilayah yang masih disengketakan di Laut Cina Selatan, <link type="page"><caption> yang memicu kekawatiran Amerika Serikat</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/05/150516_dunia_kerry_cina" platform="highweb"/></link>.
Dokumen strategis ini memberi tekanan kepada hal-hal yang dianggap penting bagi Cina, seperti laut, angkasa luar, tenaga nuklir, dan dunia internet.

Sumber gambar, Reuters
Namun kebijakan kelautan Cina yang belakangan ini memicu kritik dari Amerika Serikat dan negara-negara Asia lainnya.
Di sebuah tempat di Laut Cina Selatan di Kepulauan Spratly yang masih menjadi sengketa, misalnya, Cina sejak tahun 2014 melakukan reklamasi untuk sekitar 800 hektar daratan baru yang bisa digunakan sebagai landasan pacu pesawat.
Langkah itu tampaknya memicu Amerika Serikat untuk mengirim pengawat pengintai ke pulau karang Fiery Cross yang sedang dalam upaya reklamasi dan <link type="page"><caption> Beijing menyampaikan protes atas pesawat tersebut</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/05/150525_dunia_cina_as" platform="highweb"/></link>.
Pada hari yang bersamaan dengan pengumuman dokumen strategis ini, kantor berita resmi Xinhua memberitakan dua mercu suar setinggi 50 meter akan dibangun di pulau karang Fiery Cross di Kepulauan Spratly, yang juga diklaim oleh Vietnam dan Filipina.













