Obama bantah AS dan Irak 'kalah melawan jihadis'

Presiden Barack Obama

Sumber gambar, AFP

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, menggambarkan jatuhnya kota Irak, Ramadi, ke tangan kelompok militan Negara Islam sebagai 'kemunduran taktis'.

Dia mengatakan tidak berpendapat bahwa pemerintah Amerika Serikat dan Irak kalah dalam perang melawan para jihadis.

Dalam wawancara dengan sebuah majalah, Obama berjanji akan membantu lebih banyak pasukan keamanan Irak dan mengatakan Amerika Serikat akan meningkatkan pelatihan militer di kawasan-kawasan Sunni.

<link type="page"><caption> Washington mengatakan akan mengirimkan 1.000 rudal antitank</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/05/150520_dunia_ramadi_as" platform="highweb"/></link> untuk pemerintah Irak setelah <link type="page"><caption> Negara Islam menguasai Ramadi.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/05/150518_dunia_ramadi_jatuh" platform="highweb"/></link>

Rusia juga sudah menyatakan siap memberikan lebih banyak senjata ke Irak.

Pengungsi Ramadi

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Sekitar 40.000 warga Ramadi sudah mengungsi dan sebagian menuju ke ibukota Baghdad.

Di Moskow, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, mengatakan kepada Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi, yang sedang berkunjung ke negara itu bahwa Rusia akan berupaya untuk memenuhi semua permintaan Irak.

Dalam perkembangan lain, Amerika Serikat, untuk pertama kali mengakui bahwa serangan udara atas sasaran-sasaran Negara Islam telah menewaskan korban sipil.

Dalam konferensi pers Departemen Pertahanan Amerika, Kamis 21 Mei, disebutkan dua anak-anak tewas dalam sebuah serangan udara di Suriah tahun lalu.

Komandan pasukan koalisi melawan Negara Islam pimpinan Amerika Serikat, Letjen James Terry, menyesalkan jatuhnya korban jiwa yang tidak disengaja.