Warga Nepal panik hadapi gempa baru

Para petugas rumah sakit memindahkan pasien ke luar gedung rumah sakit begitu gempa berlangsung.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Para petugas rumah sakit memindahkan pasien ke luar gedung rumah sakit begitu gempa berlangsung.

Warga ibu kota Nepal, Kathmandu, panik dan ketakutan saat gempa berkekuatan 7,4 skala Richter berlangsung pada Selasa (12/05) siang waktu setempat.

Jurnalis BBC, Yogita Limaye, yang sedang bersama lembaga bantuan di Nepal mengatakan bahwa gempa terbaru ini berlangsung “cukup lama.”

Dia mengatakan kepada BBC World News, “Saya mengerti kepanikan di sini. Kami masih merasakan getaran-getaran walapun sudah dua setengah minggu sejak gempa bulan lalu. Namun gempa ini terasa cukup lama. Orang-orang di sini ketakutan.”

Menurutnya, guncangan cukup lama terjadi. “Kami merasakan tanah bergetar untuk beberapa saat. Kami melihat debu dan batu-batu berjatuhan dari gunung dekat sini.”

Orang-orang berlari ke luar gedung-gedung di Kathmandu ketika gempa mengguncang pukul 12.35 waktu setempat.

Warga Kathmandu panik berlarian ke luar gedung saat gempa mengguncang.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Warga Kathmandu panik berlarian ke luar gedung saat gempa mengguncang.

Pusat gempa ini terletak Kota Namche Bazar, di kaki Gunung Everest atau 83 kilometer sebelah timur Kathmandu. Gempa itu terjadi pada kedalaman 18,5 kilometer, menurut Badan Survei Geologi Amerika Serikat.

Getaran gempa ini dirasakan hingga ibu kota India, Delhi, serta ibu kota Bangladesh, Dhaka.

Lembaga UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs memperingkatkan bahwa gedung-gedung rawan runtuh di Nepal.

Sejauh ini, belum diketahui apakah gempa terbaru menimbulkan korban tewas maupun cedera.

Nepal diguncang gempa berkekuatan 7,9 skala Richter pada 25 April lalu pada kedalaman 15 km. Gempa tersebut menewaskan lebih dari 7.000 orang.