Bencana Nepal: "Tak mungkin lagi ada korban selamat"

Nepal
Keterangan gambar, "Seminar dan lokakarya tak terlalu berguna dalam menghadapi bencana ini"

Pemerintah telah mengesampingkan kemungkinan menemukan lagi korban selamat dari gempa Sabtu (25/4) lalu, sementara korban tewas telah meningkat menjadi 6.621 orang.

"Kami mencoba sekuat tenaga dalam upaya penyelamatan dan bantuan tapi sekarang saya kira tidak ada lagi kemungkinan adanya korban selamat di bawah reruntuhan," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Laxmi Prasad Dhakal kepada kantor berita AFP.

Dalam catatan pemerintah Nepal, selain hampir 17.000 korban tewas, 14.021 orang terluka dalam gempa berkekuatan 7,9 Richter itu.

Korban tewas masih bisa meningkat jumlahnya, mengingat masih ribuan orang di daerah terpencil yang nasibnya masih belum diketahui.

Upaya pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung di beberapa kabupaten bukit termasuk Dhading, Rasuwa dan Sindhupalchok, kata ko-ordinator bantuan darurat Hemanta Pal.

Nepal sudah meminta peningkatkan bantuan internasional, baik bantuan untuk pencarian dan penyelamatan, maupun bantuan darurat kemanusiaan, dan mengakui bahwa <link type="page"><caption> mereka tidak siap</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/05/150501_nepal_pemerintah" platform="highweb"/></link> menghadaoi bencana itu.

Kepada BBC, Menteri Informasi Minendra Rijal mengatakan bahwa "seminar dan lokakarya mungkin tidak terlalu berguna" dalam menangani krisis.

"Dan semua proyeksi tidak memperhitungkan... bahwa begitu banyak orang dan begitu banyak daerah akan terkena bencana ini," katanya. "Ini adalah bencana dalam skala yang sangat besar."

nepal

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Warga berusaha menggali reruntuhan dengan tangan kosong

Tanah longsor dan cuaca buruk telah menghambat upaya pengiriman bantuan ke wilayah terpencil.

"Hampir setiap rumah di desa saya hancur, dan 20 orang meninggal," kata Kumar Ghorasainee kepada kantor berita AFP di tengah reruntuhan kampung halamannya Melamchi di Sindhupalchok, timur laut Kathmandu.

Wilayah ini diidentifikasi oleh Palang Merah sebagai salah satu yang terkena gempa paling parah.

Hanya ada sekitar 20 helikopter untuk operasi penyelamatan dan bantuan darurat, padahal wilayah yang diterjang bencana membentang ratusan kilometer.

Di sana-sini terjadi bentrokan karena korban yang menuntut evakuasi tidak bisa diangkut helikopter karena terlalu penuh, lapor wartawan BBC Sanjoy Majumder.

Cina akan mengirim tambahan pesawat, tapi masih kurang dibanding kebutuhan. Juga kebutuhan akan kendaraan medan berat dan kendaraan darat untuk mengangkut bantuan kemanusiaan