Kuba 'sepakati' eksplorasi minyak dengan Prancis

Sumber gambar, AFP
Delegasi Prancis yang sedang berkunjung ke Kuba menandatangani kesepakatan untuk eksplorasi minyak lepas pantai, seperti dilaporkan media pemerintah Kuba.
Berita yang disiarkan stasiun TV pemerintah Kuba itu tidak menyebutkan rinciannya.
<link type="page"><caption> Presiden Prancis, Francois Hollande, memimpin satu delegasi Prancis ke Kuba</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/05/150511_prancis_ketemu_castro" platform="highweb"/></link> dan sudah bertemu dengan pemimpin revolusi Kuba, Fidel Castro -dan adiknya, Raul Castro, yangs saat ini memerintah- di ibukota Havana, Senin (11/05).
Berbeda dengan kebanyakan negara Eropa lainnya, Prancis memelihara hubungan yang cukup baik dengan Kuba dan berkeinginan untuk mengambli manfaat dari keterbukaan negara komunis itu.
Sejumlah media sebelumnya melaporkan perusahaan minyak Prancis, Total, mencapai kesepakatan dengan perusahaan minyak negara Kuba, Cupet.
Namun Total sudah membantah berita tentang kesepakatan tersebut.

Sumber gambar, Reuters
"Total membantah keras sudah menandatangani kesepakatan eksplorasi lepas pantai dengan Kuba," seperti ditegaskan seorang juru bicara Total kepada kantor berita Reuters.
Total saat ini tidak memiliki kegiatan eksplorasi di Kuba dan tahun lalu menjalankan pemasaran terbatas untuk penjualan produk-produk khusus seperti tertulis di laporan tahunannya.
Sejumlah perusahaan asing sudah mengeksplorasi kandungan minyak di laut lepas Kuba namun belum berhasil menemukan minyak walau pemerintah Havana mengatakan kawasan Zona Ekonomi Eksklusif mereka di sebelah barat daya mengandung 20 miliar barel minyak.











