Calon dari partai terlarang maju di Pemilu lokal Kuba

Sumber gambar, EPA
Untuk pertama kalinya di Kuba, setidaknya dua penentang pemerintah dari partai terlarang akan maju dalam pemilihan dewan kota hari Minggu (19/04).
Hildebrando Chaviano adalah seorang wartawan independen yang juga pengacara, dan Yuniel Lopez anggota dari sebuah partai politik terlarang, Partai Independen Demokratik Kuba.
Kedua tokoh maju dalam pemilihan umum untuk dewan lokal di Havana.
Majunya calon seperti mereka belum pernah terjadi sebelumnya dalam sistem partai tunggal Kuba.
Baik Chaviano maupun Lopez mengatakan kepada pers internasional, mereka pikir pemerintah kecolongan terkait dukungan besar yang mereka peroleh di putaran awal.
Sebagaimana setengah dari 27.000 calon untuk dewan kota, keduanya dipilih dengan acungan tangan dalam pertemuan lingkungan lokal. Babak final pemilihan dilakukan dengan pemungutan suara rahasia - dan tidak ada kampanye.
Kami harus mengambil keuntungan dari situasi saat ini," kata Chaviano. "Tidak seorang pun dari kalangan pemerintah yang menyangka kami akan dinominasikan, lebih-lebih lagi mlolos sebagai calon."
"Sebagian orang mengatakan bahwa ketakutan mencekam Kuba, dan saya katakan sekarang bahwa rakyat telah kehilangan rasa takut mereka," kata Lopez.

Sumber gambar, Reuters
Kedua pria itu maju untuk kursi majelis kota yang mengawasi masalah-masalah lokal seperti persediaan air, perbaikan jalan dan pemnbasmian hama serangga.
Sementara setengah dari calon perwakilan di majelis provinsi, diajukan oleh majelis kota.
Parlemen provinsi kemudian mengajukan calon anggota dari setengah Parlemen Nasional , yang memilih Dewan Negara yang memerintah Kuba, yang nantinya akan memilih presiden.
Setengah dari calon di parlemen atau dewan kota atau provinsi, dipilih oleh komisi pemilihan pemerintah, dalam rangka menjamin kelanjutan kekuasaan Partai Komunis.
Presiden Raul Castro memperkenalkan reformasi ekonomi yang bertahap dapi luas pada tahun 2010.
Ia juga menjanjikan pembaharuan sistem pemilihan, namun belum menjabarkannya.
Menurut para pengamat, lolosnya dua pembangkang sebagai calon merupakan petunjuk pertama, setidaknya di permukaan, bahwa pemerintah Kuba mungkin melonggarkan kontrol politik negeri itu.
Desember lalu, <link type="page"><caption> Presiden Raul Castro dan Presiden AS Barack Obama mengumumkan niat kedua negara untuk menormalisasi hubungan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/04/150415_kuba_as_teror" platform="highweb"/></link> yang terputus sejak setengah abad.
Langkah itu diikuti dengan p<link type="page"><caption> ertemuan khusus Obama dan Raul Castro</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/04/150415_kuba_as_teror" platform="highweb"/></link> di KTT negara-negara Amerika, dan rencana AS untuk <link type="page"><caption> menghapuskan Kuba dari daftar negara-negara pendukung terorisme</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/04/150415_kuba_as_teror" platform="highweb"/></link>, yang merupakan isyarat tentang langkah nyata normalisasi hubungan kedua negara.










