Pemberontak Ukraina tuduh lembaga bantuan kedok mata-mata

IRC mengatakan misi mereka ialah menolong orang-orang yang terdampak konflik pertempuran di Ukraina.
Keterangan gambar, IRC mengatakan misi mereka ialah menolong orang-orang yang terdampak konflik pertempuran di Ukraina.

Segenap kantor lembaga Komite Bantuan Internasional (IRC) di Ukraina timur telah ditutup oleh pemberontak pro-Rusia dengan alasan lembaga tersebut hanyalah kedok bagi aksi mata-mata.

Para staf IRC bahkan sempat ditahan sementara saat kantor mereka di Kota Donestk digeledah oleh sejumlah pria bersenjata yang memakai topeng.

Beberapa staf kemudian dimasukkan ke bus menuju ibu kota Ukraina, Kiev.

Lembaga IRC, yang dipimpin mantan Menteri Luar Negeri Inggris David Miliband, sejauh ini belum berkomentar mengenai penutupan kantor dan tuduhan kubu pemberontak.

Koresponden BBC yang melaporkan dari bagian timur Ukraina, Tom Burridge, mengatakan para pria bersenjata itu bekerja untuk kementerian keamanan Republik Rakyat Donestsk (DPR)—negara yang diproklamasikan oleh kubu pemberontak sesaat setelah konflik Ukraina meletup.

Kubu pemberontak pro-Rusia di Ukraina timur memproklamasikan negara Republik Rakyat Donetsk.

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Kubu pemberontak pro-Rusia di Ukraina timur memproklamasikan negara Republik Rakyat Donetsk.

Menanam penyadap

Sementara itu, juru bicara kementerian keamanan Republik Rakyat Donetsk menuding IRC menanam peranti penyadap di kantor mereka.

Juru bicara tersebut mengklaim sejumlah orang asing bepergian ke Ukraina secara rutin, namun tidak untuk mendampingi misi kemanusiaan.

“Staf asing menjalin kontak dengan para pejabat di sejumah kementerian dan lembaga Republik Rakyat Donetsk, menunjukkan ketertarikan dalam memperoleh informasi mengenai situasi di republik ini,” ujarnya, sebagaimana dilaporkan kantor berita Rusia Interfax.

Dia juga menuding bahwa lembaga bantuan IRC menggaji warga Republik Rakyat Donetsk tanpa memberikan kontrak sehingga terhindar dari pajak.

Di sisi lain, IRC mengatakan misi mereka ialah menolong orang-orang yang terdampak konflik pertempuran di Ukraina. Misi kemanusiaan lembaga itu meliputi bantuan peralatan keamanan dan kesehatan perempuan.

Keberadaan warga sipil bersenjata dapat dijumpai di kawasan Donetsk dan Luhansk, Ukraina timur. Mereka secara terang-terangan menentang pemerintah Ukraina dan memerangi militer Ukraina.

Negara-negara Barat menuding Rusia telah mempersenjatai mereka sekaligus mengirim tentara ke kawasan Ukraina timur.