Ukraina minta PBB kerahkan pasukan perdamaian

Pasukan Ukraina telah ditarik mundur dari Kota Debaltseve sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Pasukan Ukraina telah ditarik mundur dari Kota Debaltseve sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata.

Presiden Ukraina Petro Poroshenko meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengerahkan pasukan penjaga perdamaian ke bagian timur Ukraina demi memastikan gencatan senjata dipatuhi.

Permintaan itu dilontarkan Poroshenko dalam sebuah pertemuan keamanan darurat setelah pasukan Ukraina <link type="page"><caption> ditarik mundur dari Kota Debaltseve</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/02/150218_ukraina_pasukan_mundur" platform="highweb"/></link>. Menurutnya, pasukan penjaga perdamaian akan membantu menjamin keamanan ketika janji perdamaian tidak dipatuhi.

Sekretaris Dewan Pertahanan dan Keamanan Nasional Ukraina, Olexander Turchynov, mengamini alasan sang presiden.

“Soal pembentukan operasi keamanan dan penjaga perdamaian telah dibawa ke PBB dan Uni Eropa,” kata Turchynov.

Penarikan mundur 2.500 serdadu Ukraina dari <link type="page"><caption> Kota Debaltseve</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/02/150217_ukraina_krisis_debaltseve" platform="highweb"/></link> pada Rabu (18/02) dilakukan seiring dengan gencatan senjata pada Minggu (15/02).

Sebagian besar 25.000 penduduk Debaltseve telah dievakuasi, namun sedikitnya 5.000 warga sipil diyakini masih berada di kota tersebut.

Juru bicara kubu pemberontak, Eduard Basurin, mengatakan kota itu telah dikuasai sepenuhnya oleh separatis. Basurin juga mengklaim pihaknya telah menyandera lebih dari 300 serdadu Ukraina.

Pemerintah Ukraina mengakui sejumlah serdadunya disandera, namun tidak menjelaskan secara rinci.