Penyerang Malala diganjar hukuman seumur hidup

Sumber gambar, AP
Pengadilan di Pakistan menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada 10 pria yang ikut menyerang pegiat pendidikan perempuan, Malala Yousafzai.
Malala masih berusia 15 tahun ketika di tembak di bagian kepala di dalam bus saat sedang menuju ke sekolahnya di Lembah Swat.
Serangan atas anak perempuan yang memperjuangkan pendidikan untuk kaum perempuan di Pakistan itu mengguncangkan seluruh dunia.
Pihak berwenang Pakistan mengatakan <link type="page"><caption> 10 pria yang diganjar hukuman seumur hidup itu</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140912_penembak_malala_tertangkap" platform="highweb"/></link> -tidak termasuk tersangka utama- merupakan anggota Taliban Pakistan yang menentang pendidikan untuk perempuan.
Mereka disidang di pengadilan antiteroris di Lembah Swat.

Sumber gambar, Getty
Adapun Ataullah Khan -militan berusia 23 tahun diidentifikasi dalam laporan polisi dalam penembakan itu- tidak hadir dalam sidang atas 10 terdakwa, Kamis 30 April.
Juga tidak termasuk dalam yang disidang -seperti diungkapkan seorang pejabat keamanan kepada kantor berita Reuters- adalah sekelompok pria bersenjata yang masuk ke dalam bus dan menembak langsung Malala.
Pemerintah Pakistan yakin perintah untuk membunuh Malala datang dari pemimpin Taliban, Mullah Fazlullah, yang sekarang berada di Afghanistan.
Setelah penembakan, Malala dirawat di rumah sakit Birmingham, Inggris, yang kemudian menjadi tempat tinggal bersama keluarganya.
Karena perjuangannya atas pendidikan untuk perempuan, Malala meraih sejumlah penghargaan internasional dengan puncaknya <link type="page"><caption> meraih Hadiah Nobel pada tahun 2014 bersama pegiat hak anak dari India, Kailash Satyarthi. </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/12/141210_malala_nobel_perdamaian" platform="highweb"/></link>









