Presiden Iran serukan langkah hadang ISIS

Sumber gambar, AP
Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan, harus segera diambil langkah untuk mencegah terorisme dan ekstrimisme di Asia dan Afrika karena akan membawa ketidakamanan di seluruh dunia.
Dalam pidato yang disampaikan dalam Konferensi Asia Afrika Rabu (22/4), Presiden Iran menyatakan kelompok teroris dan ekstrimis terutama di Irak dan Suriah mendapatkan dukungan dari sponsor internasional dan regional.
“Para ekstrimis menikmati dukungan intelejen, logistik dan finasial dari sejumlah pemain regional dan internasional untuk mencapai tujuan mereka yang tidak sah; para sponsor mereka yang tak mempedulikan krisis stabilitas yang berlanjut di wilayah akan membawa ketidakamanan di seluruh dunia termasuk negara mereka.
Dia meminta agar negara-negara mencegah penyebaran terorisme dan ekstrimisme di sejumlah negara di Asia dan Afrika, terutama di Irak dan Suriah, seperti dilaporkan oleh wartawan BBC Indonesia di Jakarta, Sri Lestari.
Rouhani mengatakan para ekstrimis terutama di Irak dan suriah telah mempertontonkan metode yang barbar untuk membunuh perempuan, laki-laki dan anak-anak yang tidak bersalah dan bertujuan untuk menghancurkan infrastuktur di negara ini.
Iran menyatakan ini saat yang tepat untuk meluncurkan Aksi Global Melawan kekerasan dan Ekstrimisme (GAVE), yang memiliki konsep fundamental untuk menghormati hak untuk hidup, kepercayaan, agama dan etnis serta ras.
Rouhani mengatakan aksi global ini juga harus dapat mencegah anak-anak muda untuk bergabung dengan kelompok ekstrimis.
“Kita harus mengidentifikasi alasan anak-anak muda kita tertarik dengan kelompok teroris dan menghentikan rekrutmen mereka. Akar radikalisme dari budaya dan ekonomi serta keinginan untuk melakukan kekerasan harus dapat diidentifikasi,” jelas Rouhani.
Dalam pidato yang disampaikan dalam Konferensi Asia Afrika, Rouhani juga mengajak pemimpin negara untuk jujur dalam mengambil kebijakan untuk menyelesaikan masalah ekonomi, mempromosikan keadilan social dan mencegah penyebaran budaya kerasan.
Sementara itu Raja Abdullah dari Yordania mengatakan kerjasama Selatan-Selatan dapat membantu masalah ekonomi, dan menciptakan lingkungan yang damai bagi semua orang.
Iran disebut-sebut mendukung rezim Bashar al Assad di Suriah, yang negaranya porak poranda akibat perang dans ebagian wilayahnya kini dikuasai kelompok radikal brutal yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS. Iran juga sering dituding terlibat mendukung milisi Hisbullah di Lebanon, serta pemberontak Houthi di Yaman.












