#Trensosial: Ribut penurunan salib gereja di Taman Medan

Gereja di Taman Medan

Sumber gambar, Google street view

Keterangan gambar, Gereja di Taman Medan di kawasan pertokoan.

Anggota dewan eksekutif Selangor, Malaysia, mengatakan jemaah gereja di Taman Medan, Petaling Jaya, dapat kembali memasang salib setelah diminta diturunkan oleh sejumlah orang.

Elizabeth Wong, yang juga merupakan anggota badan yang mengurus tempat ibadah non-Muslim di Malaysia mengatakan pihaknya bertemu dengan pengurus gereja Community Praise di Petaling Jaya Selasa (21/04) dan menyatakan mereka dapat memasang kembali salib itu.

Sekitar 50 warga melakukan protes menetang adanya salib di depan gereja itu hari Minggu (19/04) lalu.

"Dalam pertemuan itu, pihak gereja menyatakan mereka dipaksa untuk menurunkan salib pada hari Minggu lalu dalam protes (oleh warga) dari partai politik UMNO yang menekan dan mendesak mereka," kata Elizabeth kepada BBC Indonesia mengutip penjelasan pihak gereja.

"Jadi untuk menjaga keselamatan umat Kristiani di tempat tersebut mereka terpaksa turunkan," kata Elizabeth.

BBC Indonesia menghubungi Datuk Abdullah Abu Bakar, anggota UMNO di Petaling Jaya, namun menolak berkomentar soal ini.

Taman Medan ramai dibicarakan di media sosial di Malaysia dengan tweet hampir 5.000 Selasa malam.

kawasan Taman Medan di Selangor

Sumber gambar, Google street view

Keterangan gambar, Mayoritas penduduk di Taman Medan adalah Muslim.

Laporan harian the Star melaporkan pihak yang melakukan protes mengatakan salib itu mengganggu dan dapat mempengaruhi anak muda di kawasan mayoritas Muslim tersebut.

Pemerintah Negeri Selangor telah menasehatkan bahwa "insiden ini tidak baik untu keharmonisan antara agama dan juga pemerintah perlu memberi garansi untuk kebebasan beragama," kata Elizabeth.

Tak pernah terjadi di Selangor

Twitter

Sumber gambar, TWITTER

"Kita nasehatkan mereka (pihak gereja) untuk pasang balik salib karena insiden ini tak pernah berlaku (terjadi) di Selangor di mana gereja dipaksa untuk turunkan (salib). (Kami) tidak ingin insiden ini jadi contoh atau preseden di mana kalau ada orang tidak suka, (salib) dipaksa turun. Ini bukan pendekatan yang baik untuk kebebasan beragama," kata Elizabeth.

Ia juga mengatakan sejak tahun 2008, kebijakan di Malaysia, gereja boleh beroperasi tanpa izin.

"Kita menyerahkan perkara ini kepada polisi karena ini jadi satu kasus (kejahatan) karena UU di Malaysia tidak boleh ada demonstrasi di tempat ibadah dan tidak boleh mengganggu agama lain."

"Kita juga telah mendesak pihak polisi untuk ambil tindakan...dan agar polisi menjaga keselamatan dan ketentraman di kawasan tersebut," tambah Elizabeth.

Ia juga mengatakan pihak gereja telah melaporkan kasus ini ke polisi.