#TrenSosial: Saksi pemboman di dekat KBRI Sanaa

Sanaa

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Bom di Sanaa akibat serangan udara koalisi yang dipimpin Arab Saudi menyebabkan tujuh orang meninggal.

Seorang penjaga kedutaan besar Indonesia di Yaman menceritakan pemboman yang menghantam depot senjata dekat KBRI dan menyebabkan kerusakan berat.

"Dampak bom, kedutaan terkena pecahan mortil, kaca-kaca pecah, pintu gerbang jebol, ruangan hancur," kata Muhammad Wazier Hidayat, mahasiswa Indonesia yang bertugas menjaga kedutaan.

Akibat ledakan bom di depot amunisi Senin pagi (20/04), KBRI tidak bisa ditinggali lagi.

"Kami mengungsi ke Wisma Duta yang letaknya sekitar 10 menit dari kedutaan," kata Hidayat.

"Di depan kedutaan banyak pecahan kaca, materi dari bom atau rudal mungkin", tambahnya.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan insiden menyebabkan <link type="page"><caption> dua staf KBRI dan seorang WNI mengalami luka ringan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/04/150420_kbri_yaman_bom" platform="highweb"/></link>.

Ledakan besar akibat serangan udara oleh koalisi yang dipimpin Arab Saudi ini menyebabkan paling tidak tujuh orang meninggal dan puluhan luka-luka menurut sumber-sumber medis.

Penduduk Sanaa sebagian mengirimkan foto rumah mereka dengan jendela-jendela hancur akibat ledakan yang dirasakan di seluruh kota.

"Kami paling cepat meninggalkan Sanaa melalui Hudaydah sore ini," kata Hidayat.

sanaa

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Paling cepat Senin sore, WNI akan diungsikan dari Sanaa melalui Hudaydah.

Saat bom terjadi terdapat 17 WNI termasuk staf kedutaan, tim evakuasi dan WNI yang sedang mengungsi.

KBRI Yaman tengah trending di Indonesia menyusul kejadian ini. Jumlah tweet soal KBRI Yaman mencapai lebih dari 13.000.

Akun ‏Rizky ‏@Riezkyanow antara lain menulis, "Itu KBRI Yaman kena bom pesawat Arab Saudi dkk. Kok pada diem sih? Oh ya, kan bukan Israel ya."

Sementara @zuhairimisrawi menulis, "Serangan Arab Saudi ke Yaman ini sangat brutal. KBRI Yaman hancur parah. Serangan ini mirip serangan Israel ke Gaza."