Pimpinan Houthi tetap lawan 'agresi' Saudi

Sumber gambar, AFP
Pemimpin pemberontak Houthi Yaman bersumpah melawan operasi pemboman yang dipimpin Arab Saudi yang menargetkan pasukannya sejak akhir bulan Maret.
Dalam sebuah pidato di televisi, Abdul Malik al-Houthi mengatakan Yaman tidak akan pernah menyerah terhadap "agresi kejam" Saudi.
Ratusan orang tewas karena perang antara pemberontak dan pasukan pendukung presiden, dengan dukungan serangan udara.
Wartawan BBC Orla Guerin yang berada di kota pelabuhan yang diperebutkan, Aden, mengatakan sejumlah rumah sakit kekurangan pasokan untuk merawat para pasien.
Guerin melaporkan tim kesehatan di kota tersebut mengeluh karena terlalu banyak hal yang harus ditangani dan pasien sekarat karena kekurangan peralatan.
Mereka meminta tambahan antibiotika dan perban.
Pihak pemberontak dan sekutu berusaha menguasai Aden selama berminggu-minggu, tetapi terhambat serangan udara dan pasukan sekutu Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi.
Pada hari Senin (20/04) sebuah ledakan besar terjadi di ibu kota Yaman, Sanaa, yang dilaporkan karena serangan udara yang menargetkan sebuah gudang senjata.
<link type="page"><caption> Sedikitnya tiga orang cedera akibat serangan bom yang juga menghantam gedung Kedutaan Besar RI yang ada di sana.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/04/150420_kbri_yaman_bom" platform="highweb"/></link>
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan saat ini terdapat 17 orang WNI yang terdiri dari staf KBRI Sana’a, anggota tim evakuasi WNI dari Jakarta, dan WNI yang sedang mengungsi.













