Izzat Ibrahim Al-Douri, pembantu dekat Saddam, 'tewas' terbunuh

Al-Douri, yang berusia 72 tahun, memimpin kelompok pemberontak yang disebut merupakan kekuatan utama di balik kemunculan kelompok militan yang menamakan diri Negara Islam atau dulu disebut ISIS.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Al-Douri, yang berusia 72 tahun, memimpin kelompok pemberontak yang disebut merupakan kekuatan utama di balik kemunculan kelompok militan yang menamakan diri Negara Islam atau dulu disebut ISIS.

Buronan pemimpin kelompok militan Irak, Izzat Ibrahim al-Douri, salah-seorang kepercayaan mantan pemimpin Irak Saddam Hussein, tewas terbunuh dalam sebuah operasi militer, kata pejabat Irak.

Mereka mengatakan dia tewas dalam pertempuran di Provinsi Salahuddin, di wilayah utara Baghdad.

Para pendukung Izzat Ibrahim al-Douri telah membantah klaim tersebut, namun sejumlah laporan media televisi menunjukkan gambar yang diyakini sebagai jasad Douri.

Jasad yang diyakini sebagai al-Douri telah dibawah ke Baghdad untuk diuji DNA, kata pimpinan kelompok milisi Syiah yang mendukung pemerintah baru Irak dalam memerangi kelompok ISIS.

Sekuler

Douri, yang berusia 72 tahun, memimpin kelompok pemberontak yang disebut merupakan kekuatan utama di balik kemunculan kelompok militan yang menamakan diri Negara Islam atau dulu disebut ISIS.

Meskipun memiliki akar sekuler, al-Douri diyakini telah memainkan peran kunci dalam serangan militer besar-besaran oleh kelompok militan Negara Islam setahun lalu

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Meskipun memiliki akar sekuler, al-Douri diyakini telah memainkan peran kunci dalam serangan militer besar-besaran oleh kelompok militan Negara Islam setahun lalu

Meskipun memiliki akar sekuler, dia diyakini telah memainkan peran kunci dalam serangan militer besar-besaran oleh kelompok militan Negara Islam setahun lalu.

Dia merupakan orang kepercayaan Saddam Hussein, yang digulingkan ketika pasukan pimpinan AS menginvasi Irak pada 2003. Saddam kemudian dieksekusi mati pada tahun 2006.

Douri juga dianggap sebagai yang sosok penting dalam Partai Baath pimpinan Saddam Hussein.

Dia berhasil melarikan diri dan menjadi buronan dari operasi penangkapan oleh pemerintah baru.