Putin akui perintahkan pendudukan Krimea

Pertamakalinya Putin mengaku memberi perintah untuk 'mengembalikan Krimea ke Rusia' dalam sebuah film dokumenter.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Pertamakalinya Putin mengaku memberi perintah untuk 'mengembalikan Krimea ke Rusia' dalam sebuah film dokumenter.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, untuk pertamakalinya mengakui bahwa ia memerintahkan pendudukan Provinsi Krimea, yang menjadi bagian dari Ukrainia, beberapa pekan sebelum kelompok paramiliter memulai pengambilalihan kekuasaan di sana.

Dalam potongan klip yang disiarkan oleh stasiun televisi milik negara, Rossiya 1 TV, Putin menceritakan tentang rapat dengan Kepala Dinas Rahasia dan Menteri Pertahanan Rusia pada malam hari antara 22 dan 23 Februari.

Putin menyatakan, ia mengundang beberapa pejabat dinas rahasia dan kementrian pertahanan ke Kremlin dan menetapkan tugas kepada mereka untuk menyelamatkan Presiden Ukrainia, Viktor Yanukovych, yang baru saja dilgulingkan dari jabatannya.

Lalu Putin mengatakan, "Kami selesai jam tujuh pagi. Ketika berpisah, saya sampaikan, 'Kita dipaksa harus memulai bekerja untuk mengembalikan Krimea kepada Rusia".

Beberapa hari sesudahnya, sekelompok pasukan tak dikenal menduduki parlemen Krimea.

Pada tanggal 18 Maret, Rusia secara resmi menganeksasi Krimea, yang berlanjut pada kutukan internasional dan krisis yang berlarut-larut di sana.

Selama ini Rusia membantah bahwa mereka telah memicu revolusi terhadap pemerintahan resmi Ukrainia, sekalipun banyak bukti yang memperlihatkan hal yang bertentangan dengan bantahan itu.

Rusia juga dikecam mendukung kelompok pemberontak di Ukraina timur dan membantah keterlibatannya di sana.