Pidato Netanyahu di Kongres AS mengecam Iran

Sumber gambar, EPA
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memperingatkan bahwa kesepakatan yang sedang dirundingkan tentang program nuklir Iran bisa 'membuka jalan untuk bom' dan bukan mencegahnya.
Bagaimanapun dalam pidatonya di Kongres Amerika Serikat, Selasa 3 Maret, Netanyahu mengatakan tidak ingin mencampuri urusan dalam negeri Amerika Serikat.
"Kita diberitahu bahwa tidak ada kesepakatan lebih baik daripada kesepakatan yang buruk. Ya, ini kesepakatan yang buruk, amat buruk," jelasnya.
Lewat pidatonya -yang yang diiringi tepuk tangan meriah dan beberapa kali disambut para anggota Kongres dengan berdiri- Netanyahu juga menyebut Iran sebagai 'ancaman atas seluruh dunia'.

Sumber gambar, Getty
"Rezim Iran radikal sebagaimana biasanya, ideologi mengakar pada Islam militan ... akan terus menjadi musuh Amerika Serikat."
<link type="page"><caption> Rencana pidato ini -atas undangan kubu oposisi Partai Republik-</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150121_amerika_kongres_netanyahu" platform="highweb"/></link> dikritik oleh Gedung Putih karena Presiden Barack Obama tidak lebih dulu diberitahu.
Gedung Putih menuduh Netanyahu sedang berupaya untuk menggalang penentangan di Amerika Serikat atas kesepakatan dengan Iran.

Sumber gambar, Getty
Sehari sebelum berpidato di Kongres, Netanyahu menyatakan bahwa <link type="page"><caption> dia bukan bermaksud untuk tidak menghormati Presiden Obama</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/03/150302_netanyahu_kongres" platform="highweb"/></link> namun merupakan kewajiban moralnya untuk mengangkat masalah nuklir Iran.
Amerika Serikat -bersama Inggris, Prancis, Jerman, Rusia dan Cina- berupaya mencapai kesepakatan untuk membatasi program nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi.
Para perunding sedang bekerja sebelum batas waktu pada akhir Maret untuk kerangka kesepakatan, yang akan diikuti dengan perjanjian yang rinci pada akhir Juni.
Pemerintah Iran berulang kali menegaskan program nuklirnya untuk kepentingan damai semata namun Barat khawatir bisa dikembangkan untuk senjata nuklir.













