Kongres AS undang PM Benjamin Netanyahu

Sumber gambar, AP
Ketua DPR Amerika Serikat, John Boehner, mengundang Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk berbicara di Kongres tentang Iran.
Langkah ini dilihat sebagai tantangan atas ancaman Presiden Barack Obama untuk memveto semua sanksi tambahan atas negara itu, seperti yang disampaikannya dalam <link type="page"><caption> pidato kenegaraan tahunan. </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150121_obama_amerika_isis" platform="highweb"/></link>

Sumber gambar, Reuters
Gedung Putih yakin sanksi baru atas Iran akan menghambat perundingan atas program nuklir Iran.
Boehner mengukuhkan bahwa dia mengundang Netanyahu untuk berbicara di Kongres tentang 'ancaman Islam radikal dan Iran atas keamanan dan gaya hidup kita."
Dia juga menuduh Presiden Obama 'menutu-nutupi' ancaman kelompok Islam militan dan program nuklir Iran dalam pidatonya.
Obama meminta Kongres agar mensahkan sebuah resolusi untuk menggunakan kekuatan atas militan Negara Islam dan mengatakan akan memveto setiap rancangan undang-undang yang mengusulkan sanksi baru atas Iran.
Juru bicara Gedung Putih, Rabu (21/01), mengatakan undangan Boehner untuk Netanyahu itu melanggar 'protokol yang biasa' namun pemerintah masih menunggu sampai Israel menjabarkan rencananya.
Bagaimanapun perdana menteri Israel belum menanggapi undangan itu secara resmi.
Enam kekuatan dunia ingin agar Iran membatasi program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi.
Sebuah kesepakatan sementara sudah dicapai pada November 2013 namun batas waktu untuk mencapai kesepakatan yang menyeluruh sudah lewat.
Netanyahu berulang kali memperingatkan bahwa <link type="page"><caption> kesepakatan dengan Iran akan mengancam keamanan Israel.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/11/131124_israel_iran" platform="highweb"/></link>










