Netanyahu menuju Washington untuk pidato di Kongres

Sumber gambar, Getty
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam perjalanan ke Amerika Serikat untuk berpidato di depan Kongres tentang bahaya dari kemungkinan kesepakatan nuklir dengan Iran.
Netanyahu berpendapat bahwa kesepakan dengan Iran tidak cukup untuk mencegah Iran mengembangkan senjat nuklir.
Amerika Serikat bersama kekuatan lain, yang disebut P5+1, sedang melakukan perundingan dengan Iran tentang program nuklirnya.
Rencana pidato Netanyahu itu menimbulkan ketegangan antara Israel dan Gedung Putih karena <link type="page"><caption> Partai Republik, yang merupakan oposisi, mengirim undangan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150121_amerika_kongres_netanyahu" platform="highweb"/></link> tanpa lebih dulu memberitahu Presiden Barack Obama.
Sebelum terbang ke Washington, Netanyahu menggambarkan kunjungangannya sebagai 'misi yang menentukan dan bersejarah'.

Sumber gambar, Getty
"Saya merasakan keprihatinan yang dalam dan sungguh-sungguh atas keamanan seluruh warga Israel. Saya akan melalukan apapun dalam kemampuan saya untuk menjamin masa depan kami," katanya.
Netanyahu sudah berulang kali memperingatkan bahwa <link type="page"><caption> kesepakatan dengan Iran akan mengancam keamanan Israel</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/11/131124_israel_iran" platform="highweb"/></link>.

Sumber gambar, epa
Pidato di Kongres pada Selasa (03/03) itu hanya dua minggu menjelang pemilihan umum Israel dan jajak pendapat memperlihatkan Partai Likud pimpinan Netanyahu mendapat tekanan.
Menlu AS, John Kerry, membela perundingan dengan Iran dan mengatakan harapannya agar pidato Netanyahu tidak berubah menjadi yang disebutnya sebagai sepak bola politik.
Hari ini, Senin 2 Maret, Kerry akan bertemu dengan Menlu Iran, Javad Zarif, di Jenewa, Swiss.











