Presiden AS Obama kecam penembakan Chapel Hill

Sumber gambar, Reuters
Presiden AS Barack Obama mengecam pembunuhan tiga mahasiswa Muslim di Chapel Hill, North Carolina yang disebutnya sebagai "pembunuhan brutal dan keterlaluan."
"Tidak seorang pun dapat menjadi target karena siapa mereka, penampilan mereka, atau bagaimana mereka beribadah," kata Barack Obama dalam sebuah pernyataan.
Obama juga menyatakan ikut belasungkawa kepada korban dan keluarganya.
"Seperti yang kita lihat dengan saat pemakaman korban yang dihadiri <link type="page"><caption> ribuan pelayat</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/02/150213_chapel_erdogan_obama" platform="highweb"/></link>... Kita semua adalah satu keluarga Amerika."
Pernyataan Obama ini muncul setelah muncul kritik dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang menyebut <link type="page"><caption> Obama dan seluruh jajarannya yang bersikap bungkam</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/02/150213_chapel_erdogan_obama" platform="highweb"/></link> mengenai peristiwa penembakan ini
Ketika tersangka masih ditahan, dan polisi masih menyelidiki motif sang pelaku, muncul tuduhan dari keluarga korban yang menyebut kasus penembakan ini dilatari kebencian rasial.
Menyulut duka dan kemarahan
Biro investigasi federal AS, FBI telah membuka penyelidikan terhadap <link type="page"><caption> kasus pembunuhan Deah Shaddy Barakat, 23, istrinya Yusor Mohammad, 21, beserta iparnya Razan Mohammad Abu-Salha, 19</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2015/02/150212_majalahlain_chapel_hill" platform="highweb"/></link>, di Kota Chapel Hill.
Ketiganya ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala, dan seorang pria bernama Craig Stephen Hicks, 46, dituduh sebagai pelaku pembunuhan.
Craig Hicks, yang merupakan tetangga para korban, dalam status Facebooknya pernah menulis "Ateis untuk kesetaraan". Dia juga acap mengunggah kutipan yang mengkritisi agama.

Sumber gambar, AFP
Kasus ini telah <link type="page"><caption> menyulut duka dan kemarahan sebagian warga dunia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/02/150212_trensosial_chapelhill_shooting" platform="highweb"/></link>. Adapun polisi saat ini tengah menyelidiki apakah insiden ini akibat sengketa parkir atau ada motivasi kebencian.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan, dia memuji tiga korban yang terlibat dalam proyek bantuan kemanusiaan sekaligus menyampaikan rasa duka cita yang dalam kepada korban.












