Polisi selidiki dua ledakan bom di Bangkok

Thailand

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Polisi mengatakan bom berdaya ledak rendah itu untuk membuat orang panik

Polisi di Thailand sedang menyelidiki dua ledakan bom di luar sebuah pusat perbelanjaan mewah di Bangkok pada hari Minggu (01/02).

Kedua bom tersebut diledakkan di jalan yang menghubungkan jalur kereta dan pusat perbelanjaan Paragon.

Insiden ini merupakan yang pertama kali terjadi sejak kudeta militer pada bulan Mei dan hanya berselang beberapa hari setelah pemberhentian mantan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra.

Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha memerintahkan peningkatan keamanan di ibu kota menyusul ledakan tersebut.

“Saya memerintahkan peningkatan keamanan karena kasus ini menyangkut kesejahterahaan rakyat,” katanya kepada wartawan seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

"Kasus ini menunjukkan bahwa kita masih perlu hukum darurat militer ... karena masih ada orang jahat mengganggu perdamaian. Kita harus menemukan cara untuk menghukum mereka dengan berat."

Polisi mengatakan bom pipa yang terbuat dari baja itu tersembunyi di balik alat pengontrol listrik dan dipasang pengatur waktu untuk meledak sekitar pukul 20.00 waktu setempat, ketika mal padat dengan pengunjung.

Kepanikan

Juru bicara Kepolisian Royal Thai Letnan Polisi Jenderal Prawut Thawornsiri mengatakan alasan di balik serangan itu tidak diketahui, namun bom tampaknya dimaksudkan untuk mengakibatkan kepanikan dan bukan untuk membunuh orang, karena berdaya ledak rendah.

Polisi awalnya mengatakan ledakan itu disebabkan oleh sebuah transformator yang rusak.

Setelah berbulan-bulan berlangsung demonstrasi dan protes yang beberapa kali mengakibatkan insiden kekerasan, Thailand relatif damai sejak militer mengambil alih dalam kudeta pada bulan Mei.

Tentara telah menempatkan Thailand di bawah status darurat militer, dan melarang pertemuan-pertemuan politik.

Bulan lalu, Yingluck - seorang perdana menteri terpilih yang telah dihentikan oleh pengadilan tidak lama sebelum militer menggulingkan pemerintahannya - dihukum larangan lima tahun menjauh dari dunia politik.

Seorang mantan anggota parlemen dan tokoh kunci dari kelompok "kaos merah" yang merupakan basis dukungan Yingluck juga dipenjara selama dua tahun.

Langkah ini dilihat sebagai bukti sikap militer yang lebih keras terhadap Yingluck dan kakaknya yang diasingkan, Thaksin Shinawatra, yang juga diturunkan dari posisi perdana menteri Thailand oleh militer.

Thailand terpecah antara pendukung keluarga Shinawatra, yang terutama berasal dari kelompok petani di pedesaan, dan kaum elit Bangkok yang menuduh mereka korupsi.

Protes yang turun ke jalan berlangsung berbulan-bulan sebelum turunnya Yingluck diwarnai insiden kekerasan, sejumlah ledakan kecil dan granat.

Pengamat mengatakan faksi bersenjata di kedua kubu dapat dimintai pertanggungjawaban dalam kejadian tersebut.