Obama: AS punya hak bertindak secara sepihak

Obama meminta Kongres mengijinkan penggunaan kekuatan melawan ISIS.

Sumber gambar, REUTERS

Keterangan gambar, Obama meminta Kongres mengijinkan penggunaan kekuatan melawan ISIS.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama meminta persetujuan parlemen untuk menggunakan kekuatan melawan kelompok milisi Negara Islam atau ISIS. Obama juga mengatakan negaranya punya hak untuk bertindak secara sepihak guna memburu teroris.

Dalam pidato kenegaraan tahunan atau <italic>State of the Union</italic>, pada Selasa (20/01) malam waktu setempat, Obama mengaku berupaya menghentikan <link type="page"><caption> pertumbuhan kelompok ISIS di Irak dan Suriah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140911_obama_isis" platform="highweb"/></link>.

Di kedua negara itu, katanya, AS memimpin koalisi negara-negara Arab untuk menghancurkan kelompok tersebut. Bahkan di Suriah, <link type="page"><caption> AS mendukung oposisi moderat</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150116_suriah_amerika" platform="highweb"/></link> yang dapat mewujudkan upaya tersebut.

“Malam ini, saya menyerukan kepada Kongres untuk menunjukkan kepada dunia bahwa kita bersatu dalam misi ini dengan menyetujui sebuah resolusi untuk mengizinkan penggunaan kekuatan terhadap ISIS,” ujarnya.

Aksi AS akan dilancarkan tanpa persetujuan pihak manapun, termasuk Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Kami akan terus memburu para teroris dan membubarkan jaringan mereka, dan kami berhak untuk bertindak secara sepihak,” ujarnya.

Serangan peretas

Di ranah dunia maya, Obama mengatakan akan fokus memerangi serangan para peretas (hacker). Untuk itu, dia mengulangi <link type="page"><caption> permintaan kepada Kongres untuk meloloskan Undang-Undang mengenai serangan siber</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150114_amerika_cyber_obama" platform="highweb"/></link>.

Undang-Undang itu akan meningkatkan cara berbagi informasi mengenai ancaman siber antara pemerintah dan sektor swasta serta memperbarui kerangka hukum yang diperlukan untuk menghukum pelaku kejahatan siber.

“Tidak ada bangsa asing, tidak ada peretas, yang dapat mematikan jaringan kami, mencuri rahasia dagang kami atau menyerang privasi keluarga di Amerika, terutama privasi anak-anak kita... Dan malam ini, saya mendesak Kongres untuk meloloskan Undang-Undang yang kita butuhkan untuk mengatasi ancaman serangan siber yang terus berkembang, melawan pencurian identitas, dan melindungi informasi anak-anak kita,” katanya.