Akun Twitter 'politik' tanpa identitas di Turki ditutup

Polisi Turki

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Kejaksaan Turki sedang mencari identitas pemilik akun Twitter yang misterius.

Pengadilan Turki memerintahkan penutupan sebuah akun Twitter yang memprediksi dengan benar penangkapan 24 orang terkait penyadapan atas Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Dugaan akun itu juga benar atas beberapa penangkapan sebelumnya sepanjang tahun lalu terkait dalam kasus penyadapan itu juga

Kejaksaan <link type="page"><caption> Turki</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/turki/" platform="highweb"/></link> mengatakan sedang mencari identitas pemilik akun Twitter dengan nama Fuat Avni yang misterius itu, yang menyebut Presiden Erdogan sebagai tiran.

Sama seperti penangkapan sebelumnya, Twitter Fuat Avni, memuat pesan tentang dugaan penangkapan sebelum penangkapannya berlangsung

<link type="page"><caption> Hari Selasa (20/01), polisi menangkap 24 orang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150120_turki_penangkapan" platform="highweb"/></link> terkait dengan perusahaan telekomunikasi dan lembaga sains dengan dugaan menyadap secara tidak sah percakapan Presiden Erdogan dan politisi lainnya.

Penangkapan ini merupakan yang terbaru dari serangkaian razia dalam kasus bocornya sejumlah pembicaraan telepon, antara lain melibatkan Presiden Erdogan, <link type="page"><caption> yang diduga menyiratkan korupsi.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/02/140225_turki_erdogan.shtml" platform="highweb"/></link>

Erdogan mengatakan penyadapan itu merupakan bagian dari kampanye untuk menyerangnya yang dipimpin oleh ulama Turki yang tinggal di Amerika Serikat, Fethullah Gulen.

Tahun lalu pengadilan sudah mengeluarkan surat penangkapan atas Gulen, yang membantah tuduhan Erdogan.