Dukungan Paus atas keluarga berencana

Sumber gambar, EPA
Paus Fransiskus mendukung hak orang tua untuk menentukan jumlah anggota keluarga dengan mengatakan umat Katolik tidak usah harus 'memiliki keturunan seperti kelinci'.
Dalam perjalanan pulang dari lawatannya ke Filipina, kepada para wartawan Paus mengatakan Katolik sebaiknya menerapkan 'orang tua yang bertanggung jawab'.
"Beberapa orang berpikir, maafkan saya atas ekspresi ini, bahwa untuk menjadi umat Katolik yang baik maka kita harus seperti kelinci. Tidak. Menjadi orang tua adalah bertanggung jawab. Itu jelas."
Namun Paus menegaskan kembali ajaran Katolik yang menentang penggunaan kontrasepsi buatan.
<link type="page"><caption> Paus asal Argentina</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/03/130313_paus_baru" platform="highweb"/></link> ini menambahkan para ahli kependudukan menyarankan tiga anak untuk satu keluarga dan banyak cara yang diterima agama untuk mengendalikan kelahiran.
Menurutnya, banyak gagasan keluarga berencana dan hak-hak kaum homoseksual dari dunia Barat yang semakin diterapkan di negara-negara berkembang.
"Setiap orang berhak untuk melestarikan identitasnya tanpa harus dijajah secara ideologi," tambahnya.

Sumber gambar, AFP
Dalam pertemuan di Vatikan tentang keluarga beberapa waktu lalu, uskup-uskup dari Afrika mengecam lembaga amal yang menawarkan bantuan ke sebuah negara yang mengikuti gagasan mereka, seperti mengizinkan pekerja kesehatan membagikan kondom atau menarik bantuan jika perundangan yang melakukan diskriminasi atas homoseksual disahkan.
Paus Fransiskus juga merujuk pertemuan dengan seorang perempuan dan delapan anaknya, yang tujuh diantaranya lahir lewat operasi Cesar.
"Hal itu tidak bertanggung jawab. Perempuan itu mungkin mengajukan alasan dia percaya Tuhan. Namun Tuhan memberimu cara untuk bertanggung jawab," kata Paus setelah melakukan lawatan ke Filipina.
<link type="page"><caption> Dalam misa terbuka Minggu (18/01) di ibukota Manila,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2015/01/150118_paus_filipina" platform="highweb"/></link> diperkirakan sampai enam juta orang menghadirinya.











