Filipina: Berkendara 18 jam demi Paus Fransiskus

paus

Sumber gambar, Getty

Hujan deras turun di Tacloban, Filipina. Tetapi hal itu tidak diindahkan oleh ratusan ribu orang yang datang untuk melihat Paus Fransiskus.

Wartawan BBC Rupert Wingfield-Hayes mengatakan banyak yang sudah berkumpul di bandara sebelum fajar menyingsing pada hari Jumat, berdiri dengan sabar di udara terbuka sepanjang malam dengan mengenakan jas hujan plastik.

Aparat bandara tidak mengizinkan warga membawa payung dengan alasan keamanan.

Satu keluarga mengatakan kepada BBC bahwa mereka berkendara dengan mobil selama 18 jam dari Davao City di Mindanao.

Mereka tidak memiliki tiket untuk menghadiri misa tetapi bagi mereka hal itu bukan masalah karena yang mereka inginkan hanyalah menjadi bagian dari peristiwa terbesar yang pernah terjadi di kota itu.

paus

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Banyak warga menunggu sejak Jumat subuh di bawah curah hujan

Tacloban masih memulihkan diri dari kehancuran akibat Topan Haiyan yang menewaskan 7.000 orang tahun lalu.

Paus Fransiskus akan bertemu dengan beberapa keluarga korban. Salah satunya adalah Dr Clara Rosa. Ia kehilangan 11 anggota keluarganya.

BBC bertanya kepada Rosa apa makna pertemuan dengan Paus Fransiskus baginya. Ia mengatakan, "Seperti dikunjungi oleh seorang teman ketika Anda sedang berduka."

"Anda bahagia karena teman Anda datang, tetapi ia datang karena sesuatu yang menyedihkan telah terjadi," lanjut Rosa dengan mata berkaca-kaca.

Filipina, yang 80 juta warganya memeluk Katolik, adalah satu dari enam negara Asia yang dikunjungi Paus.