Serangan Paris: Kisah imigran Muslim yang selamatkan warga Yahudi

lassana
Keterangan gambar, Lassana menyembunyikan para pelanggan toko yang merupakan keturunan Yahudi di ruang penyimpanan

Seorang pria Mali bercerita kepada BBC bagaimana ia menyembunyikan para pembeli di sebuah supermarket Yahudi dalam serangan oleh seorang militan Islam bersenjata di Paris pekan lalu.

Pelayan toko berusia 24 tahun itu, Lassana Bathily, yang merupakan seorang Muslim, menjelaskan bagaimana ia mengarahkan para pembeli yang ketakutan ke ruang penyimpanan di lantai dasar.

Ia meminta mereka untuk diam dan tenang sebelum ia melarikan diri untuk memberitahu polisi.

Bathily akan mendapat kewarganegaraan Prancis dalam upacara pada hari Selasa setelah aplikasinya dipercepat.

Pelaku penembakan, Amedy Coulibaly, menembak mati empat orang tawanan Yahudi di supermarket itu sebelum ia ditembak mati oleh polisi.

Sebuah petisi kemudian beredar di Prancis menyerukan agar Bathily mendapatkan kewarganegaraan.

Ia telah menetap di Prancis selama sembilan tahun dan tahun lalu mengajukan aplikasi untuk menjadi warga negara.

paris

Sumber gambar, other

Keterangan gambar, Supermarket tempat penyanderaan terjadi

'Berteriak'

Bathily mengatakan ia berada di lantai bawah tanah supermarket ketika ia mendengar tembakan senjata di lantai atas.

"Para pembeli berlarian menuruni tangga. Mereka berteriak bahwa ada teroris di toko.

Ia mengatakan ia melihat bahwa ruang penyimpanan terbuka.

"Saya menyuruh mereka masuk bersama saya dan kemudian saya mematikan sistem pendingin serta lampu.

"Saya meminta para pembeli untuk tenang. Saya bilang, jika teroris turun ke sini, ia tidak boleh mendengar kalian."

Bathily mengatakan begitu semua orang sudah tenang, ia memutuskan untuk berlari keluar dan memberitahu polisi.

"Saya keluar dengan menggunakan lift barang dari lantai bawah tanah. Saya keluar dan melihat polisi di mana-mana," kata dia.

lassana

Sumber gambar, Change.org

Keterangan gambar, Petisi untuk memberikan kewarganegaraan Prancis kepada Lassana dibuka

"Mereka meminta saya untuk mengangkat tangan tapi kemudian mereka meminta pertolongan saya.

"Saya mengatakan kepada mereka banyak tawanan bersembunyi di bawah tanah. Mereka meminta saya untuk menggambar peta toko dan membantu mereka melakukan serangan."

Bathily mengatakan ia memiliki hubungan yang baik dengan para kolega Yahudi di toko itu, dan ia kerap digoda kapan ia akan mendapatkan pacar keturunan Yahudi

Saat ditanya mengenai pelaku penyerangan Paris, ia mengatakan, "Mereka hanyalah penjahat yang ingin membuat orang menderita."