Sampul depan majalah Charlie Hebdo dikecam negara-negara Muslim

Charlie Hebdo

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Ada kartun Nabi Muhammad di sampul majalah satire Charlie Hebdo edisi Rabu (14/01).

Sejumlah negara dan organisasi Muslim mengecam keras sampul edisi terbaru majalah satire Prancis Charlie Hebdo.

Dalam edisi pertama sejak menjadi sasaran serangan mematikan pekan lalu, redaksi Charlie Hebdo memasang kartun Nabi Muhammad, yang digambarkan berduka atas <link type="page"><caption> korban serangan di Paris tersebut</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2015/01/150108_forum_charlie_hebdo" platform="highweb"/></link>.

Dalam kartun ini Nabi Muhammad membawa poster berbunyi "Saya Charlie", slogan yang dipakai sebagai simbol solidaritas terhadap para korban serangan yang dilakukan orang-orang bersenjata dari sel militan Islam.

Ada pula tulisan yang berbunyi "Semuanya dimaafkan" di sampul yang terbit Rabu pagi (14/01).

Di Turki hakim memerintahkan agar situs yang memuat kartun Nabi Muhammad ini diblokir.

Menurut pengadilan, menghina seseorang dengan cara menistakan agamanya termasuk tindak pidana.

Sebelumnya <link type="page"><caption> satu surat kabar Turki mencetak ulang isi Charlie Hebdo</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150114_charliehebdo_turki" platform="highweb"/></link>, yang membuat koran ini menerima ratusan ancaman.

Otoritas Islam di Mesir menyebut sampul ini sebagai "provokasi yang tidak bisa diterima" sementara seorang pejabat di Timur Tengah mengatakan kartun ini sama dengan "menaburkan garam pada luka".

Distributor <link type="page"><caption> mencetak tiga juta eksemplar</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/multimedia/2015/01/150114_galeri_charlie_hebdo.shtml" platform="highweb"/></link> edisi Charlie Hebdo pekan ini dan langsung habis terjual.

Distributor mengatakan akan mencetak lagi edisi terbaru mingguan satire ini hingga lima juta kopi.