Presiden Nigeria kunjungi korban Boko Haram

Sumber gambar, epa
Presiden Nigeria Goodluck Jonathan berkunjung secara mendadak ke bagian timur laut negara tersebut, beberapa hari setelah ribuan orang dilaporkan tewas dibunuh kelompok milisi Boko Haram.
Selama bertandang ke Maiduguri, ibu kota Negara Bagian Borno, Jonathan mengaku bekerja keras guna memastikan para pengungsi bisa kembali ke rumah mereka.
Kepada sekitar 5.000 pengungsi yang melarikan diri akibat serangan pekan lalu, Jonathan mengatakan, “Saya ingin meyakinkan Anda bahwa Anda bisa segera kembali ke rumah masing-masing.”

Sumber gambar, AFP Getty
Kedatangan Jonathan dilakoni setelah lembaga <link type="page"><caption> Amnesty International merilis foto-foto satelit</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/multimedia/2015/01/150115_nigeria_bokoharam" platform="highweb"/></link> yang menggambarkan kondisi sejumlah kawasan, <link type="page"><caption> seperti di Baga dan Doron Baga</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150108_nigeria_baga" platform="highweb"/></link>, yang diserang Boko Haram.
Foto-foto yang diambil pada 2 Januari dan 7 Januari itu menunjukkan sekitar 3.700 bangunan dirusak atau dihancurkan.
“Foto-foto ini memperlihatkan proporsi kerusakan di dua kota. Salah satunya bahkan hampir hilang dari peta dalam kurun empat hari. Ini menunjukkan serangan yang disengaja terhadap warga sipil,” kata Daniel Eyre, peneliti Amnesty.
Adapun korban tewas diperkirakan mencapai 2.000 orang. Namun, pemerintah Nigeria membantah laporan itu dan mengatakan <link type="page"><caption> sebanyak 150 orang telah tewas.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150113_nigeria" platform="highweb"/></link>

Sumber gambar, AFP
Jumlah korban
Wartawan BBC, Will Ross, mengatakan <link type="page"><caption> foto-foto yang ditunjukkan Amnesty International</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150115_nigeria_boko_haram" platform="highweb"/></link> memang menunjukkan skala kerusakan yang terjadi. Namun, foto-foto itu tidak bisa membantu menentukan jumlah pasti korban tewas. Penyelidikan pun tidak bisa dilangsungkan karena area itu sulit diakses.
Amnesty International telah mengumpulkan keterangan sejumlah saksi mata yang menceritakan bagaimana anggota Boko Haram melakoni pembunuhan tanpa pandang bulu.
Seorang saksi mata, yang mampu melarikan diri, mengatakan korban tewas mencakup perempuan hamil dan anak-anak kecil.
“Mereka membunuh begitu banyak orang. Saya melihat mungkin sekitar 100 orang dibunuh di Baga. Saya lari ke semak-semak. Selagi kami lari, mereka menembaki,” kata seorang saksi.
Saksi lainnya, seorang perempuan yang enggan namanya disebutkan karena khawatir akan keselamatan dirinya, mengatakan Boko Haram sengaja mengumpulkan 300 perempuan di sebuah sekolah di Baga.
“Mereka melepaskan perempuan lanjut usia, ibu-ibu, dan sebagian besar anak-anak setelah empat hari. Namun, mereka tetap menyekap perempuan-perempuan muda,” ujarnya, saat mengisahkan pengalamannya disekap selama empat hari.

Sumber gambar, AFP












