Kebakaran masih landa Australia Selatan

Sumber gambar, Reuters
Dinas Pemadam Kebakaran di Australia Selatan mengaku telah menghentikan 85% kobaran api yang melanda lahas seluas 12.500 hektare.
<link type="page"><caption> Kebakaran di kawasan Adelaide Hills</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150105_aus_kebakaran_cuaca" platform="highweb"/></link> itu terjadi sejak Jumat (02/01) lalu. Akibatnya, lebih dari 100 orang memerlukan perawatan rumah sakit dan sedikitnya 38 rumah dan 125 bangunan hancur. Adapun jumlah ternak yang mati belum bisa dipastikan.
Dinas Pemadam Kebakaran Australia Selatan mengatakan masih ada beberapa titik api yang berpotensi berkobar. Namun, Scott Turner, petugas dinas pemadam yang memantau insiden tersebut, mengaku 85% kobaran api telah dihentikan.
“Kami memiliki 14 pesawat yang bisa kami gunakan. Kami akan mengerahkan segenap aset yang kami miliki untuk melindungi warga dan menghentikan kobaran api semakin luas,” kata Turner sebagaimana dikutip kantor berita AFP.
Menteri Besar Australia Selatan, <link type="page"><caption> Jay Weatherill</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150104_australia_kebakaran" platform="highweb"/></link>, memuji kiprah petugas pemadam. Namun, dia mengingatkan agar mereka tidak terlalu cepat puas.
”Kami tahu kami berada dalam tahap berbahaya, tatkala manusia lelah dan merasa aman yang membuat sepertinya masa-masa buruk telah lewat,” kata Weatherill.
Australia mengalami kebakaran hutan setiap tahun. Pada 1983 lebih dari 70 orang tewas di Australia Selatan dan Victoria akibat kebakaran.
Namun, yang terparah berlangsung pada 2009. Kala itu, kebakaran yang dijuluki ‘Black Saturday’ menewaskan 173 orang dan melalap lebih dari 2.000 rumah di Victoria.










