Upaya penyelamatan kapal migran di Pantai Italia

Sumber gambar, Reuters
Penjaga pantai Italia mengatakan kapal dagang dengan setidaknya 400 migran sedang menuju pantai Italia.
Kapal Ezadeen, yang berlayar dengan bendera Sierra Leone, tidak memiliki awak dan telah kehilangan kendali di laut lepas sebelah tenggara Italia.
Penjaga pantai Islandia mengkonfirmasi kepada BBC bahwa salah satu kapal mereka diarahkan untuk membantu dalam upaya menaiki kapal Ezadeen.
Sekitar 1.000 migran diselamatkan dari kapal tanpa awak lainnya awal pekan ini .
Penjaga pantai Islandia mengatakan kepada BBC bahwa laut lepas dan cuaca buruk membuatnya sulit untuk menaiki Ezadeen yang tingginya 60 meter dan berada 65km tenggara pesisir Italia.
Kapal penjaga pantai Islandia Tyr berpatroli di perairan Italia sebagai bagian dari misi pengawasan perbatasan Uni Eropa, Frontex.
Alarm diterima ketika salah satu migran diatas kapal berhasil menjalankan radio maritim kapal Ezadeen, menurut penjaga pantai Italia, “Kami tanpa awak, sedang menuju pesisir Italia dan tidak ada yang menjalankan kapal.”
Kapal Ezadeen dibangun hampir 50 tahun yang lalu dan merupakan pembawa ternak. Ezadeen diduga terdaftar kepada perusahaan asal Lebanon dan telah dikuasai oleh sindikat perdagangan manusia.
Warga Suriah dan Kurdistan
Kapal pertama yang bernama Blue Sky M tercatat membawa 970 orang, dan ditinggalkan oleh awaknya, yang diyakini adalah anggota sindikat perdagangan manusia. Penjaga pantai Italia mengambil alih kendali atas kapal tersebut dan membawanya berlabuh di pelabuhan Gallipoli hari Rabu.
Para migran yang diyakini sebagai orang Suriah dan Kurdi telah ditempatkan di sekolah-sekolah dan stadion olahraga setempat Tiga puluh lima dari mereka dibawa ke rumah sakit, dan beberapa diantaranya dirawat untuk hipotermia, menurut juru bicara Palang Merah Italia Mimma Antonacci.
Palang Merah Italia juga sebelumnya mengatakan bahwa empat orang ditemukan tewas di kapal tersebut. Mereka kemudian menarik laporan tersebut.
______________________________________________________________________________________________________________
Analisis: Jonathan Josephs, BBC News
Ezadeen adalah kapal tanpa awak terbaru yang membawa calon migran untuk dibiarkan menguji nasibnya di Laut Mediterania.
Salah satu kapal yang berusaha menyelamatkan mereka, milik penjaga pantai Islandia dan bernama ICGV Tyr, sebelumnya pernah terlibat dalam empat misi penyelamatan serupa lainnya sejak awal Desember.
Sindikat perdagangan manusia diduga adalah penyebab kasus-kasus seperti ini dan menurut sumber yang dekat dengan misi penyelamatan ada kekhawatiran bahwa hal ini “nampaknya menjadi tren baru”.
Salah satu hal yang berubah tidak adanya lagi Operasi Mare Nostrum oleh Italia, yaitu sebuah respon pencarian dan penyelamatan dengan biaya 9 juta euro (Rp136 miliar) per bulannya untuk menyelamatkan migran yang terdampar di sekitar perairan Italia.
Sejak bulan November lembaga lembaga perbatasan Uni Eropa, Frontex, telah melakukan Operasi Triton di daerah yang sangat spesifik dan dengan sumber daya terbatas.
Claude Moraes yang memimpin komite Kebebasan Sipil, Keadilan dan Negeri di Parlemen Eropa mengatakan, "Triton tidak menakut-nakuti siapapun".
Ia percaya bahwa karena operasi tersebut tidak memiliki dukungan sistem peradilan yang berdaulat dibaliknya, maka sekarang pedagang manusia makin berani untuk menggunakan rute penyelundupan.
Mereka menawarkan jasa mereka untuk ribuan dolar kepada migran dengan janji kehidupan yang lebih baik di Eropa, namun tidak memerhatikan keamanan para migran.
Moraes ingin negara-negara anggota Uni Eropa untuk berbuat lebih banyak untuk membantu para migran dan menekan para pedagang. Itu hal yang dapat membantu tahun ini melihat penurunan jumlah kematian migran di Mediterania – yang tercatat lebih dari 3,000 orang pada tahun 2014 .












