Terpidana mati teroris akan dieksekusi di Pakistan

Sumber gambar, afp getty
Lebih dari 50 terpidana mati karena melakukan tindakan terorisme di Pakistan akan segera dieksekusi setelah Presiden Mamnoon Hussain menolak permintaan pengampunan yang diajukan, kata para pejabat.
Ini berarti sejumlah eksekusi akan segera dilakukan di negara itu.
Enam orang telah dihukum sejak moratorium dicabut setelah terjadinya pembantaian sekolah di Peshawar oleh Taliban.
Ratusan terpidana mati lain akan dilakukan dalam beberapa bulan ke depan, kata sejumlah laporan.
Serangan Taliban di Peshawar menewaskan 141 orang dan menimbulkan kemarahan di Pakistan.
Publik kembali mendesak teroris terhukum mati segera dieksekusi.
Kelompok hak asasi manusia mengatakan jumlah orang yang dikenai hukuman mati di Pakistan yang terbanyak di dunia, lebih 8.000 orang menunggu eksekusi dilakukan.
Amnesty International pada hari Senin (22 Desember) menyatakan tindakan menghukum 500 orang dalam beberapa minggu ini "sangat mengganggu" dan tidak akan melindungi warga sipil dari serangan Taliban.
Pegiat hak asasi manusia di <link type="page"><caption> Pakistan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/12/141221_pakistan_sekolah" platform="highweb"/></link> mengatakan kebanyakan terhukum hukuman mati tidak terkait dengan kelompok teroris.









