Pakistan tangkap tersangka penembakan anak-anak sekolah

Sumber gambar, REUTERS
Polisi di Pakistan mengatakan mereka telah menangkap sejumlah orang tersangka yang terlibat dalam penembakan massal di sekolah di Peshawar pekan lalu.
Menteri Dalam Negeri Pakistan, Chaudhry Nisar Ali Khan, mengatakan pria tersebut merupakan "fasilitator" penyerangan yang <link type="page"><caption> menewaskan 141 orang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/12/141216_peshawar_keluarga_bom" platform="highweb"/></link>, termasuk 132 anak-anak.
Dia menambahkan pihak intelijen mengindikasikan adanya rencana serangan lain.
"Kami menerima laporan intelijen dari seluruh wilayah bahwa milisi bersiap untuk melakukan aksi lainnya dan serangan yang tidak berperikemanusiaan".
Dia mengatakan dia tidak dapat memberitahu jumlah ataupun identitas para tersangka tersebut.
Juru bicara Taliban Pakistan mengatakan serangan dilakukan terhadap militer yang mengelola sekolah.
Serangan tersebut, tambah juru bicara kelompok tersebut, merupakan <link type="page"><caption> aksi balas dendam terhadap serangan militer</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/12/141216_dunia_pakistan_taliban" platform="highweb"/></link> di perbatasan Afghanistan.
Ribuan orang di Pakistan mengunjungi sekolah yang dikelola tentara pada Minggu (21/12) untuk melakukan upacara berkabung bagi para korban tewas.
Setelah serangan, negara itu kembali <link type="page"><caption> memberlakukan hukuman mati</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/12/141217_pakistan_taliban" platform="highweb"/></link> yang sempat berhenti sejak 2008 lalu. Sejak hukuman itu diberlakukan, aparat telah <link type="page"><caption> mengeksekusi enam orang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/12/141221_pakistan_sekolah.shtml" platform="highweb"/></link>.
<link type="page"><caption> Empat orang terbukti bersalah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/12/141221_pakistan_sekolah" platform="highweb"/></link> oleh pengadilan karena terlibat dalam rencana pembunuhan President Pervez Musharraf pada 2003. Dua orang lainnya dieksekusi pada Jumat (19/12).









