Pakistan cabut moratorium hukuman mati kasus terorisme

Peshawar

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Setengah dari korban serangan terhadap sekolah di Peshawar adalah anak-anak.

Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif, menggelar pertemuan dengan semua partai politik membahas langkah yang akan diambil terkait pembunuhan besar-besaran di sekolah yang dijalankan militer di Peshawar.

<link type="page"><caption> Serangan oleh Taliban</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/12/141216_peshawar_keluarga_bom" platform="highweb"/></link> pada hari Selasa (16/12) tersebut menewaskan lebih dari 140 orang, hampir seluruhnya anak-anak.

Pelaku serangan masuk dari satu kelas ke kelas lainnya menembak para murid. Ini adalah serangan Taliban paling mematikan di Pakistan dalam beberapa tahun terakhir.

PM Sharif juga sudah mencabut moratorium hukuman mati untuk kasus-kasus terorisme di tengah makin kuatnya desakan agar dijatuhkan hukuman yang berat bagi siapa pun yang terkait dengan serangan ini.

Pakistan menetapkan hari berkabung nasional selama tiga hari dan di India semua sekolah mengheningkan cipta selama dua menit untuk memberikan penghormatan kepada para korban.

Banyak pemimpin negara yang mengutuk serangan ini dan bahkan kelompok Taliban di Afghanistan mengeluarkan kecaman.