Belasan pasien mengaku hilang penglihatan usai operasi katarak

Sumber gambar, AFP
Pemerintah India sedang menyelidiki pengaduan dari 15 pasien yang mengaku kehilangan penglihatan setelah menjalani operasi katarak gratis di sebuah puskesmas yang dikelola lembaga amal.
Para pejabat mengatakan puskesmas di negara bagian Punjab itu didirikan tanpa izin yang semestinya dan tidak memiliki fasilitas yang layak.
Tapi Manjit Joshi, dermawan yang mendirikan puskes itu mengatakan semua 49 orang yang dioperasi mendapatkan perawatan yang layak.
Infrastruktur medis India berada di bawah pengawasan ketat setelah 15 perempuan <link type="page"><caption> meninggal setelah operasi tubektomi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/11/141111_majalahlain_sterilisasi" platform="highweb"/></link> beberapa waktu lalu.
Puluhan ribu kaum manula dioperasi katarak di puskesmas-puskesmas dan rumah sakit pemerintah setiap tahun.
Operasi ini dianggap berisiko rendah dan mudah untuk dilakukan.

Sumber gambar, AFP
Manjit Joshi menyelenggarakan operasi katarak gratis di distrik Gurdaspur, Amritsar pada tanggal 4 November.
Setelah pengobatan, setidaknya 15 pasien mengatakan mereka belum bisa melihat setelah melepas perban mereka.
Seminggu untuk memastikan
Dokter di rumah sakit di Amritsar, tempat 11 pasien telah dirawat, mengatakan "enam atau tujuh" dari mereka mungkin tidak akan bisa mendapatkan kembali penglihatan mereka.
Dr Karamjit Singh mengatakan kepada saluran berita NDTV bahwa para pasien mengalami infeksi mata.
Dalam beberapa kasus, katanya, "infeksi sudah menyebar ke seluruh bagian mata dan akan sulit untuk memulihkan penglihatan".
Dokter lain mengatakan kepada BBC bahwa diperlukan satu minggu sebelum bisa memastikan bahwa pasien mengalami kebutaan permanen.

Sumber gambar, Reuters
Dr Rajnish Sood, dokter bedah Gurdaspur, mengatakan kepada BBC bahwa operasi itu dilakukan di ruang operasi biasa, padahal aturannya mengharuskan operasi katarak dilakukan di ruang operasi khusus.
Namun, Monit Joshi membantah tudingan-tudingan dan mengatakan semua 49 yang dioperasi sudah dipulangkan keesokan harinya setelah dilakukan pemeriksaan yang seharusnya.
Antara tahun 2008 dan 2009, 14 pasien kehilangan penglihatan mereka akibat infeksi menyusul dua operasi gratis terpisah di negara bagian Uttar Pradesh.
Dan pada Agustus 2008, delapan pasien kehilangan penglihatan mereka, 21 menjadi buta sebagian setelah menjalani operasi mata gratis di Tamil Nadu.









