India akan bangun PLTA di Nepal

Sungai di Nepal
Keterangan gambar, Nepal ingin meningkatkan investasi PLTA sebesar US$7 miliar dalam lima tahun mendatang.

Nepal sudah memberi izin kepada sebuah perusahaan India untuk membangun pembangkit listrik tenaga air berkekuatan 900 megawatt.

Hal tersebut disampaikan Menteri Kehakiman Nepal, Narahari Archarya, ditengah-tengah kedatangan para pemimpin Asia Selatan -termasuk Perdana Menteri India, Narendra Modi- untuk pertemuan puncak di Khatmandu yang akan ditutup 27 November.

Kesepakatan kedua negara dalam pembangunan pembangkit listrik itu dilaporkan mencapai US$1 miliar.

"Kami sudah mensahkan kesepakatan Arun III. Akan ditandatangani pekan ini dengan sebuah perusahaan India," jelas Narahari Archarya kepada kantor berita Reuters setelah pertemuan kabinet, Selasa 25 November.

Perusahaan-perusahaan India berupaya menanam modal miliaran dolar di Nepal setelah penandatanganan pakta perdagangan energi yang ditandatangani bulan lalu.

Khatmandu

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Persetujuan diumumkan saat para pemimpin Asia Selatan tiba di Khatmandu untuk pertemuan puncak.

Dengan kesepakatan terbaru ini, maka pemerintah Nepal akan mendapat energi gratis dengan memanfaatkan Sungai Arun sementara India mendapat pasokan energi tambahan dari sumber air di negara tetangganya.

Pemerintah Nepal ingin mengembangkan potensi pembangkit listrik tenaga airnya dengan investasi U$7 miliar untuk lima tahun ke depan.

Para wartawan melaporkan bahwa belakangan ini India berupaya untuk meningkatkan pengaruhnya di Nepal bersamaan dengan upaya Cina untuk lebih aktif di sana.

Sebuah perusahaan negara Cina, Three Gorges International Corp, saat ini dilaporkan sedang berunding untuk membangun pembangkit listrik di Sungai Seti Barat dengan kapasitas 750 megawatt senilai $1,6 miliar.