Liberia cabut status darurat Ebola

Sumber gambar, AP
Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf mencabut status darurat Ebola karena jumlah infeksi baru tidak lagi meningkat, namun dia menegaskan bahwa perjuangan melawan wabah itu belum usai.
Liberia adalah salah satu negara yang terkena dampak terparah dari <link type="page"><caption> virus Ebola.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/11/141103_fakta_ebola" platform="highweb"/></link>
Sampai saat ini, korban tewas secara global sudah mencapai 5.160 orang, kebanyakan berada di Liberia, Guinea dan Sierra Leone.
Dalam pidatonya Presiden Johnson Sirleaf mengatakan mereka akan mengurangi malam jam dan pasar mingguan bisa dibuka lagi di Liberia.
Dia mengatakan persiapan juga sedang dilakukan untuk kembali membuka sekolah-sekolah.
Status darurat diumumkan pada Agustus sehingga otoritas lokal bisa mengendalikan aktivitas warga di daerah-daerah yang terkena dampak parah, termasuk ibu kota Monrovia.
Pencabutan status darurat ini dilakukan setelah Organisasi Kesehatan Duna mengatakan bahwa "ada bukti-bukti yang menunjukan insiden <link type="page"><caption> tidak lagi meningkat</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141029_ebola_liberia" platform="highweb"/></link> secara nasional di Guinea dan Liberia".
Namun, sejumlah laporan menyebutkan bawa ada virus telah muncul di daerah-daerah baru Liberia, demikian dilaporkan Associated Press.









