ASEAN bertemu di Myanmar membicarakan ISIS dan Ebola

asean

Sumber gambar, epa

Keterangan gambar, ASEAN akan membicarakan sengketa Laut Cina Selatan, ISIS dan Ebola.

Para pemimpin dunia berkumpul untuk melakukan berbagai perundingan di Myanmar, acara terbesar negara tersebut sejak keluar dari penguasa militer.

Pimpinan negara-negara Asia diperkirakan akan membicarakan sengketa wilayah di Laut Cina Selatan dan munculnya kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS di Timur Tengah.

Pertemuan dilakukan sementara muncul pertanyaan tentang proses reformasi demokrasi di Myanmar.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama akan hadir dan bertemu Presiden Thein Sein dan pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi.

KTT untuk <link type="page"><caption> ASEAN</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/09/140917_lsm_kritisi_ratifikasi_asap.shtml" platform="highweb"/></link>, yang beranggotakan 10 negara, dimulai hari Rabu, 12 November di ibu kota Nay Pyi Taw.

Sejumlah negara anggota, termasuk Filipina dan Vietnam, saat ini terlibat sengketa wilayah dengan Cina terkait pulau-pulau di Laut Cina Selatan.

Munculnya ISIS dan usaha kelompok tersebut merekrut dari negara anggota yang sebagian besar penduduknya beragama Islam, termasuk Indonesia dan Malaysia, diperkirakan juga akan dibahas.

Dalam rancangan pernyataan bersama, para pemimpin ASEAN menyatakan mendukung "semua tindakan yang diperlukan untuk mencegah warga dari negara anggota ASEAN bergabung dengan kelompok teroris".

Wabah Ebola, yang menewaskan sekitar 5.000 orang di Afrika Barat tetapi belum menyebar ke Asia, juga akan menjadi bagian dari agenda pertemuan.