Ukraina Timur akan gelar pemilu

Ukraina

Sumber gambar, Other

Keterangan gambar, Sebanyak tiga juta surat suara telah dicetak dalam pemilu presiden dan parlemen Ukraina Timur

Separatis pro Rusia di wilayah Timur Ukraina bersiap untuk menggelar pemilu yang disebut oleh Barat sebagai tindakan yang tidak sah.

Pemilu presiden dan parlemen akan dilakukan di dua wilayah yang diklaim sebagai "republik rakyat" di Donetsk dan Luhansk.

Ukraina, AS dan Uni Eropa mengatakan mereka tidak akan mengakui pemilu yang didukung oleh Rusia ini.

Setidaknya tujuh tentara Ukraina tewas pada Jumat dalam pertempuran di wilayah tersebut.

Wilayah Donetsk dan Luhansk dikuasai oleh separatis setelah pertempuran yang berlangsung beberapa bulan yang berakhir dengan kesepakatan gencatan senjata di Minsk pada September lalu.

Para pemberontak mengatakan sebagai negara independen mereka tidak membutuhkan hukum Ukraina dan juga tidak berpartisipasu dalam pemilu nasional Ukraina pada pekan lalu.

Mereka mengatakan tiga juta kertas suara telah dicetak untuk pemilu, dan akan memilih langsung presiden dan anggota parlemen.

"Pemilu ini sangat penting karena akan memberikan legitimasi terhadap kekuasaan kami dan memberi jarak dari Kiev," jelas Roman Lyagin, Ketua KPU wilayah Donetsk kepada kantor berita AFP.

Sementara AS menyesalkan digelarnya pemilu ini dan menyebutnya tidak sah.