Ukraina gelar pemilu legislatif pertama

Ada sekitar 5 juta orang di wilayah pro-Rusia yang tidak mengikuti pemilihan umum Ukraina.

Sumber gambar, REUTERS

Keterangan gambar, Ada sekitar 5 juta orang di wilayah pro-Rusia yang tidak mengikuti pemilihan umum Ukraina.

Sekitar 31,5 juta rakyat Ukraina hari ini bakal berbondong-bondong menuju tempat pemungutan suara untuk memilih anggota parlemen yang baru.

Pemilihan legislatif itu berlangsung di tengah konflik antara pemerintah Ukraina dan kubu pemberontak pro-Rusia di bagian timur.

Sebanyak 3 juta orang di Provinsi Donetsk dan Provinsi Lugansk tidak akan berpartisipasi lantaran kubu pemberontak berkeras akan menggelar pemilu sendiri pada 2 November mendatang.

Begitu pula dengan 2 juta orang di <link type="page"><caption> Krimea yang dianeksasi Rusia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140317_crimea" platform="highweb"/></link> pada Maret lalu.

Imbasnya, 27 dari 450 kursi di parlemen Ukraina akan dikosongkan.

Meski demikian, <link type="page"><caption> Presiden Ukraina Petro Poroshenko</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/06/140607_ukraina_poroshenko_lantik" platform="highweb"/></link> mengatakan dirinya tidak memecahkan permasalahan di negaranya dengan solusi militer.

“Tiada kritik, betapapun akut dan menyakitkan, yang akan menghentikan saya dari upaya menemukan cara damai untuk keluar dari situasi saat ini,” kata Poroshenko.

Aliansi

Dalam pemilihan legislatif kali ini, 225 dari 450 kursi di parlemen akan dialokasikan secara proporsional sesuai dengan kemenangan partai. Sebuah partai harus mendulang lebih dari 5% suara untuk menduduki sebuah kursi.

Sebanyak 198 kursi lainnya dialokasikan bagi masing-masing wilayah pemilihan. Adapun 27 kursi sisa, dari Provinsi Donetsk, Luganks, dan Krimea akan dikosongkan.

Sejauh ini, Blok Proshenko, aliansi yang terdiri dari Partai Solidaritas pimpinan Poroshenko dan Partai Udar pimpinan mantan petinju Vitali Klitschko, diprediksi akan memenangi pemilu.

Namun, kemenangan tersebut ditengarai tidak mutlak sehingga Blok Poroshenko harus merangkul Front Rakyat, partai pimpinan Perdana Menteri <link type="page"><caption> Arseny Yatsenyuk</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/02/140227_ukraine_pm" platform="highweb"/></link>.

Pemilihan legislatif ini ialah yang pertama sejak Presiden <link type="page"><caption> Viktor Yanukovych</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/02/140222_ukraina_presiden_parlemen.shtml" platform="highweb"/></link> kabur dari Ukraina pada Februari lalu setelah ditekan rangkaian demonstrasi.