Warga Rusia menentang keterlibatan di Ukraina

Moskow

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Pengunjuk rasa menentang yang disebut kebijakan luar negeri Rusia yang agresif.

Puluhan ribu orang berpawai di ibukota Rusia, Moskow, untuk menentang keterlibatan Rusia dalam konflik di Ukraina.

Para pengunjuk rasa memekik 'Tidak untuk perang' dan 'Berhentilah berbohong'. Unjuk rasa serupa juga berlangsung di St Petersburg dan beberapa kota <link type="page"><caption> Rusia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/rusia/" platform="highweb"/></link> lainnya.

Mereka berpawai dari Lapangan Pushkin ke Jalan Raya Sakhariv di pusat Moskow.

Pihak pengelola unjuk rasa mengatakan sekitar 50.000 orang ikut dalam aksi untuk mengecam yang mereka sebut sebagai kebijakan luar negeri Rusia yang agresif.

Polisi memperketat penjagaan namun hingga saat ini tidak ada laporan kekerasan.

Ukraina menuduh Rusia mempersenjatai pemberontak di Ukraina timur dan mengirim pasukannya ke perbatasan, yang berulang kali dibantah oleh pemerintah Moskow.

Lebih dari 3.000 orang tewas sejak perang di Ukraina timur marak bulan April dan <link type="page"><caption> gencatan senjata antara pemberontak </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140905_ukraina_gencatansenjata.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> dan pasukan pemerintah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140905_ukraina_gencatansenjata.shtml" platform="highweb"/></link> yang dicapai pada 5 September <link type="page"><caption> sudah beberapa kali dilanggar.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140908_ukraina_pertempuran.shtml" platform="highweb"/></link>

Moskow

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Ukraina menuduh Rusia mempersenjatai pihak pemberontak di Ukraina timur

Konflik di kawasan ini berawal setelah <link type="page"><caption> Rusia menguasai Krimea</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/laporan_khusus/ukraina_krisis.shtml" platform="highweb"/></link> pada bulan Maret, yang dikecam oleh Ukraina dan negara-negara Barat.