Krisis Ukraina Timur capai kesepakatan

Krisis Ukraina Timur juga melibatkan Rusia

Sumber gambar,

Keterangan gambar, Krisis Ukraina Timur juga melibatkan Rusia

Pemerintah Ukraina dan pemberontak pro Rusia menyepakati sebuah memorandum dalam rencana perdamaian untuk konflik di bagian timur negara tersebut.

Kesepakatan termasuk membentuk zona penyangga 30km, larangan terbang di atas Ukraina timur bagi pesawat militer dan menarik mundur "tentara bayaran" dari kedua pihak.

Kespakatan diumumkan dalam pembicaraan di ibukota Belarusia Minsk, dimana sebelumnya dicapai kesepakatan untuk memberlakukan gencatan senjata.

Lebih dari 3.000 orang tewas dalam pertempuran di dua wilayah timur Ukraina sejak April lalu.

Gencatan senjata telah dicapai pada 5 September lalu, yang beberapa kali dilanggar, tetapi masih diberlakukan.

Ukraina menuduh Russia mendukung kelompok separatis di wilayah timur Ukraina dengan memasok senjata dan personil militer, tetapi Rusia membantah keterlibatan mereka.

"Tentara bayaran"

Kesepakatan dicapai dalam pertemuan antara perwakilan Ukraina, Rusia, kelompok pemberontak dan Organisasi Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE), yang berlangsung sampai larut malam.

Mantan Presiden Ukraina Leonid Kuchma, yang mewakili Kiev dalam pembicaraan tersebut, mengatakan bahwa seluruh pihak telah sepakat untuk menarik persenjataan berat mereka dari garis depan.

"Persenjataan berat akan dipindahkan 15km dari garis depan," jelas dia.

Sementara, pemimpin separatis Alexander Zakharchenko mengatakan dua pihak tidak berbicara mengenai status wilayah pemberontak di Luhansk danDonetsk.

"Kami memiliki opini sendiri dan Ukraina juga," kata dia.