Presiden Rivlin hadiri peringatan Kafr Qasim

Reuven Rivlin

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Reuven Rivlin merupakan presiden Israel pertama yang menghadiri peringatan Kafr Qasim.

Presiden Israel, Reuven Rivlin, menyebutkan pembunuhan massal di sebuah kampung warga Arab di Israel pada tahun 1956 sebagai kejahatan yang mengerikan.

Rivlin merupakan presiden Israel pertama yang menghadiri peringatan tragedi Kafr Qasim ketika polisi perbatasan Israel menewaskan 49 penduduk sipil.

Saat itu polisi perbatasan Israel melepas tembakan ke arah sekelompok orang yang baru pulang kerja, yang tidak mengetahui Israel memberlakukan jam malam bagi warga Arab.

Jam malam diberlakukan Israel karena ketegangan yang meningkat dengan Mesir pada masa awal Perang Israel-Mesir tahun 1956.

Para polisi itu dinyatakan bersalah melakukan pembunuhan namun banyak yang dibebaskan lebih cepat sebelum masa hukuman awalnya berakhir.

''Negara Israel mengakui terjadinya kejahatan di sini, " kata Presiden Rivlin di monumen peringataan, Minggu 26 Oktober.

Menjadi presiden Juli tahun ini dengan menggantikan peraih Nobel, Shimon Peres, Rivlin dikenal sebagai politisi beraliran nasionalis yang mendukung koeksistensi damai.

Warga Arab mencapai sekitar 20% dari total delapan juga jiwa warga Israel dan berbeda dengan warga Palestina di Tepi Barat serta Jalur Gaza, mereka merupakan warga negara Israel.

Bagaimanapun mereka sering mengeluh diberlakukan sebagai warga negara kelas dua dan banyak umat Yahudi yang menganggap mereka bersimpati dengan musuh negara.