Palestina dijanjikan sumbangan Rp65 triliun

Sebagian besar infrastruktur di Jalur Gaza hancur akibat konflik selama tujuh pekan, tiga bulan lalu.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Sebagian besar infrastruktur di Jalur Gaza hancur akibat konflik selama tujuh pekan, tiga bulan lalu.

Sejumlah negara berikrar menyumbangkan US$5,4 miliar (Rp65,9 triliun) untuk Palestina dalam sebuah konferensi internasional di Kairo, Mesir.

Jumlah yang diumumkan Menteri Luar Negeri Norwegia, Boerge Brende, tersebut melampaui US$4 miliar yang diminta Otoritas Palestina.

Setengah dari US$5,4 miliar yang dikumpulkan, menurut Brende, akan dialokasikan untuk rekonstruksi di Gaza. Namun, dia tidak menyebutkan secara rinci ke mana sisa dana akan disalurkan.

“Ini merupakan sebuah terobosan besar, sinyal penting solidaritas bagi rakyat Palestina secara umum dan orang-orang yang sangat menderita di Gaza secara khusus,” ujarnya.

Dalam konferensi yang khusus digelar guna <link type="page"><caption> menggalang dana untuk Palestina</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141012_gaza_qatar_rekonstruksi" platform="highweb"/></link> itu, Qatar berjanji akan menggelontorkan US$1 miliar (Rp12,2 triliun).

Donatur terbesar untuk merekonstruksi Gaza ialah Qatar yang berikrar mengucurkan US$1 miliar.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Donatur terbesar untuk merekonstruksi Gaza ialah Qatar yang berikrar mengucurkan US$1 miliar.

Amerika Serikat berikrar mengucurkan US$212 juta (Rp2,5 triliun) dalam bentuk bantuan baru, sedangkan Uni Emirat Arab dan Turki sama-sama menyumbangkan US$200 juta (Rp2,4 triliun).

Adapun Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton, mengatakan bahwa sumbangan dari negara-negara anggota Uni Eropa mencapai US$568 juta (Rp6,9 triliun).

Infrastruktur Jalur Gaza sebagian besar hancur selama konflik tujuh pekan yang berakhir melalui gencatan senjata pada 26 Agustus lalu.

Menurut PBB, konflik itu menewaskan lebih dari 2.100 orang Palestina, 67 prajurit Israel, dan dua warga sipil Israel.