Bandara JFK New York waspadai Ebola

Penumpang dari tiga negara di Afrika barat akan diperiksa suhu tubuhnya.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Penumpang dari tiga negara di Afrika barat akan diperiksa suhu tubuhnya.

Bandara John F Kennedy di New York, AS, akan mulai melakukan langkah-langkah pemeriksaan baru guna mencegah penyebaran virus Ebola yang telah menewaskan lebih dari 4,000 orang, Sabtu (11/10).

Setiap penumpang yang tiba di New York dari tiga negara yang terdampak paling terburuk -Guinea, Liberia dan Sierra Leone- akan diperiksa suhu tubuh mereka.

Para penumpang dari negara-negara yang terletak di Afrika barat itu juga harus menjawab serangkaian pertanyaan oleh otoritas bandara tersebut.

Langkah serupa akan diperluas di sejumlah bandar udara lainnya di Chicago, Washington dan Atlanta dalam beberapa hari ke depan, walaupun para ahli mempertanyakan efektifitasnya langkah-langkah terseebut.

Upaya mewaspadai penyebaran virus ebola ini dilakukan di AS setelah Thomas Duncan, <link type="page"><caption> pasien pertama yang telah meninggal dunia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141001_dunia_kasus_ebola_pertama_amerika" platform="highweb"/></link> pada minggu ini, telah mengunjungi Liberia sebelum tiba di Dallas, AS.

Data terakhir yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, menunjukkan, sejauh ini sudah lebih dari 4.000 orang meninggal karena virus Ebola yang terjadi di sebagian besar kawasan Afrika Barat.

Sebagian besar korban yang tewas akibat virus mematikan ini adalah di negara-negara Afrika Barat, yaitu Liberia, Sierra Leone dan Guinea.

Maroko tunda Piala Afrika?

Di Spanyol, tiga orang telah ditempatkan di bawah pengawasan, setelah di antara mereka melakukan kontak dengan <link type="page"><caption> seorang perawat yang terinfeksi virus Ebola</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141008_spanyol_perawat_ebola" platform="highweb"/></link>.

Sejauh ini lebih dari 4.000 orang yang tewas akibat terpapar virus Ebola.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Sejauh ini lebih dari 4.000 orang yang tewas akibat terpapar virus Ebola.

Perawat bernama Teresa Romero ini terdampak setelah dia menyentuh mukanya dengan sarung tangannya setelah merawat seorang pendeta yang sekarat, kata dokter di Madrid.

Sang perawat, Teresa Romero, merupakan orang pertama di luar Afrika Barat yang diketahui tertular virus mematikan ini.

Dan Maroko telah mengatakan ingin menunda Piala Afrika tahun depan, karena kekhawatiran adanya penyebaran virus Ebola.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan mereka <link type="page"><caption> menduga akan muncul 10.000 kasus</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141010_ebola_who" platform="highweb"/></link> Ebola lagi meskipun adanya peningkatan besar dalam bantuan yang diberikan dunia internasional baru-baru ini.