Spanyol selidiki Ebola, kasus pertama di luar Afrika

Sumber gambar, Reuters
Penyelidikan tengah dilakukan di sebuah rumah sakit di Madrid, Spanyol, setelah seorang perawat menjadi orang pertama di luar Afrika Barat yang terkena virus Ebola yang mematikan.
Perawat tersebut sebelumnya merawat dua orang misionaris Spanyol yang kemudian meninggal setelah dibawa pulang ke Spanyol dari Afrika karena terkena virus Ebola.
Tiga orang lain, termasuk suami perawat itu, telah dikarantina.
Komisi Eropa telah meminta Spanyol untuk menjelaskan bagaimana perawat itu bisa tertular virus itu.
Sekitar 3.400 orang telah meninggal akibat wabah Ebola ini, sebagian besar di Afrika Barat.
Memakai pakaian pelindung
Perawat berusia 40 tahun tersebut merupakan salah seorang dari 30 staf yang bekerja di rumah sakit Carlos III di Madrid yang merawat pastor Manuel Garcia Viejo dan Miguel Pajares, menurut petugas rumah sakit.
Perawat yang terkena virus Ebola itu dua kali masuk ke kamar tempat Garcia Viejo dirawat, dan secara langsung terlibat dalam perawatannya.
Ia juga membersihkan kamar itu dengan disinfektan setelah Viejo meninggal. Namun saat itu ia mengenakan pakaian pelindung khusus.
Sesaat setelah itu sang perawat pergi berlibur, namun kemudian jatuh sakit pada tanggal 30 September dan kemudian masuk ke rumah sakit di barat daya Madrid pada hari Minggu (05/10) setelah dites positif Ebola.









