Risiko Ebola, Inggris awasi pendatang

Peninjauan terhadap para pendatang dari negara-negara yang terpapar Ebola akan melibatkan pekerja medis.

Sumber gambar, PA

Keterangan gambar, Peninjauan terhadap para pendatang dari negara-negara yang terpapar Ebola akan melibatkan pekerja medis.

Para penumpang pesawat dan kereta yang tiba di Inggris dari kawasan Afrika Barat akan ditinjau secara khusus untuk mengantisipasi penyebaran virus Ebola, kata pemerintah Inggris.

Peninjauan terhadap para penumpang pesawat dari Liberia, Sierra Leone, atau Guinea akan melibatkan pengecekan data perjalanan terakhir, dengan siapa saja mereka bersentuhan fisik, dan rencana perjalanan.

Para penumpang juga bakal diperiksa secara medis oleh pekerja medis terlatih, alih-alih petugas keamanan perbatasan. Oleh pekerja medis, para penumpang akan diberikan informasi mengenai apa yang harus dilakukan jika mereka mengalami gejala virus Ebola.

Sebelumnya, sejumlah menteri pemerintahan Perdana Menteri David Cameron menepis kemungkinan pemeriksaan di bandara-bandara Inggris karena Badan Kesehatan Dunia (WHO) tidak memberikan rekomendasi atas pemeriksaan tersebut.

Namun, belakangan, kantor perdana menteri Inggris mengatakan telah menerima petunjuk dari pejabat kesehatan bahwa pemeriksaan akan menambah perlindungan bagi Inggris. Langkah itu dikritik anggota parlemen dari kubu Konservatif, Rory Stewart. “Tidak masuk akal untuk melakukan peninjauan di tempat-tempat tertentu saja,” ujarnya kepada Channel 4 News, merujuk pemeriksaan di Bandara Heathrow, Gatwick, dan stasiun-stasiun kereta Eurostar.

Macedonia

Tindakan pemerintah Inggris mengemuka tatkala seorang pria Inggris meninggal di sebuah rumah sakit di Macedonia.

Saat dia dimasukkan ke rumah sakit tersebut dua jam sebelumnya, pria berusia 57 tahun itu muntah-muntah, demam, dan mengalami pendarahan dalam.

Kini, pemerintah Macedonia melakoni prosedur WHO dengan menutup hotel tempat pria itu menginap dan mengarantina seluruh penghuni hotel.

Peninjauan akan dilakukan di Bandara Heathrow, Gatwick, dan stasiun-stasiun kereta Eurostar.

Sumber gambar, epa

Keterangan gambar, Peninjauan akan dilakukan di Bandara Heathrow, Gatwick, dan stasiun-stasiun kereta Eurostar.

Juru bicara pemerintah Macedonia mengatakan sang pria bepergian bersama seorang warga Inggris berusia 72 tahun.

Mereka bertolak dari Inggris langsung ke Kota Skopje di Macedonia dan tidak ke Afrika Barat.

Saat ini pria itu sedang diperiksa. Begitu pula kru ambulans yang membawa rekannya ke rumah sakit.

“Kami paham bahwa Ebola mungkin bukan penyebab kematiannya. Namun, kami akan bekerja sama dengan mitra kami untuk melakukan penyelidikan,” kata Dr Brian McCloskey dari otorita kesehatan Inggris.

Virus Ebola <link type="page"><caption> telah membunuh</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141002_sierraleone_ebola" platform="highweb"/></link> lebih dari 3.000 orang dan menginfeksi sedikitnya 7.200 orang. Sebagian besar korban berasal dari kawasan Afrika Barat.

Namun, awal pekan ini, seorang <link type="page"><caption> perawat dari Spanyol</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141006_ebola_spanyol" platform="highweb"/></link> menjadi orang pertama yang terpapar virus tersebut di luar Afrika Barat.