Ada penumpang MH17 kenakan masker oksigen?

"Saling menatap sebagai salam perpisahan tak terucapkan."

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, "Saling menatap sebagai salam perpisahan tak terucapkan."

Menteri Luar Negeri Belanda Frans Timmermans mengungkapkan, dari 298 penumpang MH17 yang tewas setelah pesawat itu dirudal di kawasan yang dikuasai pemberontak Ukraina, ada yang mengenakan masker oksigen.

Pernyataan itu menimbulkan keraguan atas teori selama ini bahwa seluruh penumpang dan awak MH17 tewas seketika setelah dihantam rudal.

Laporan awal bulan lalu menyebutkan, MH17 pecah berkeping-keping oleh suatu "benda" yang "menembus pesawat dengan kecepatan tinggi".

Timmermans menyebut soal masker oksigen itu di sebiuah program TV Belanda, setelah pewawancara mempertanyakan pidatonya di PBB, empat hari setelah ditembak jatuhnya MH17 pada 17 Juli.

Saat pidato di DK PBB, Timmermans membayangkan horor yang dialami penumpang, "tatkala mereka tahu bahwa pesawat itu sedang jatuh," dan apakah mereka sempat saling menatap satu sama lain "di saat terakhir, dengan salam perpisahan yang tak terucapkan."

Saat-saat penghabisan

Dalam wawancara Rabu malam, wartawan TV Belanda mempertanyakan, apakah ia dengan kalimat di pidato itu, menciptakan gambaran yang sebetulnya tak pernah terjadi.

Pernyataan Menlu Timmermans menimbulkan keraguan soal "tewas seketika."

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Pernyataan Menlu Timmermans menimbulkan keraguan soal "tewas seketika."

Timmermans menjawab, "O, ya? Anda yakin tentang hal itu?"

Lalu ia mengakui bahwa mereka yang berada di dalam pesawat, yang 196 di antaranya warga Belanda, kemungkinan tak melihat rudal itu menghantam pesawat.

"Tetapi tahukah Anda, bahwa ada seorang yang ditemukan mengenakan masker oksigen di mulutnya --jadi mereka punya waktu untuk mengenakannya?" kata Timmerman.

Ia melanjutkan, bahwa segala kemungkinan masih terbuka tentang saat-saat terakhir 298 korban tewas itu.

Sejauh ini, hasil penyelidikan resmi tidak menyebut-nyebut tentang adanya masker oksigen yang dikenakan salah seorang korban pesawat Malaysia tujuan Amsterdam - Kuala Lumpur itu.